Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

IHSG Melemah Pasca Pengumuman Danantara, Penasihat Khusus Presiden: Pasar Wait And See

Investor pasar modal kemungkinan sedang memastikan seperti apa ke depannya kinerja BUMN setelah Danantara beroperasi. 

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Lita Febriani
Editor: Choirul Arifin
zoom-in IHSG Melemah Pasca Pengumuman Danantara, Penasihat Khusus Presiden: Pasar Wait And See
Tribunnews.com/Lita Febriani
TELKOM MASUK DANANTARA - Penasihat Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan Nasional Bambang PS Brodjonegoro di acara Digital Economic Forum 2025 di Jakarta, Selasa (25/2/2025). Bambang bilang, Telkom akan masuk ke pengelolaan Danantara dan memperluas jaringan hingga ke pedesaan. 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan Senin (24/2/2025)  bertepatan dengan peluncuran Bandan Pengelolaan Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) ditutup melemah.

IHSG ditutup dengan dengan kehilangan 53,4 poin pada angka 6.749,6 kemarin. Sementara itu, pada perdagangan hari ini, Selasa (25/2/2025), IHSG melorot tajam pada sesi pertama.

Saat awal perdagangan IHSG sempat naik 13,3 poin atau 0,2 persen ke level 6.762, namun langsung merosot 2 persen pada 90 menit usai pembukaan pasar.

Penasehat Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan Nasional Bambang PS Brodjonegoro, menilai perilaku pasar memang pada dasarnya wait and see.

Menurutnya, investor pasar modal kemungkinan sedang memastikan seperti apa ke depannya kinerja BUMN setelah Danantara beroperasi. 

"Ya mungkin kita bisa melihatkan perilaku pasar itu kan memang sering wait and see ya, mereka mungkin ingin kepastian apakah dengan adanya danantara ini akan makin membuat performance BUMN itu makin baik," kata Bambang dalam acara Digital Economic Forum 2025, Selasa (25/2/2025). 

Rekomendasi Untuk Anda

Selain perilaku pasar yang wait and see, dia juga menilai adanya salah penanggapan atau mispersepsi.

Bambang mencontohkan, adanya kekhawatiran investor saham dalam pembagian dividen oleh perusahaan pelat merah. 

"Misalkan perusahaan-perusahaan BUMN yang biasanya ngasih dividen yang cukup generous untuk investor, barangkali akan menurunkan, padahal saya yakin itu tidak menjadi bagian dari strategi," imbuhnya.

Baca juga: Danantara Tetap Bisa Diaudit oleh KPK dan BPK

Bambang menegaskan, kepentingan investor yang masuk ke pasar saham, tetap akan jadi perhatian dari seluruh perusahaan BUMN yang sudah melantai di lantai bursa.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Atas