Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Program Desa Devisa Kemenperin-LPEI Kembangkan Sentra Gula Aren

Kementerian Perindustrian dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) mengembangkan program Sentra IKM Desa Devisa.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Lita Febriani
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Program Desa Devisa Kemenperin-LPEI Kembangkan Sentra Gula Aren
handout
SENTRA GULA AREN - Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Reni Yanita. Kementerian Perindustrian dan LPEI mengembangkan Desa Devisa penghasil gula aren di Pacitan. 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perindustrian dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) mengembangkan program Sentra industri kecil dan menengah (IKM) Desa Devisa. 

Desa Devisa merupakan program pendampingan yang diinisiasi LPEI/Indonesia Eximbank berbasis community development untuk meningkatkan kapasitas masyarakat lokal dan mengembangkan komoditas unggulan desa. 

Program tersebut sejalan dengan kegiatan dari Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) yaitu peningkatan kemampuan IKM melalui pendekatan sentra.

"Program ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan IKM untuk melakukan ekspor sesuai dengan persyaratan, spesifikasi, kebutuhan, dan kualitas yang ditetapkan oleh buyer, sehingga dapat meningkatkan penetrasi IKM ke pasar global," kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita, Senin (3/3/2025).

Wilayah yang ditetapkan sebagai Desa Devisa adalah Desa Temon di Kabupaten Pacitan yang memproduksi gula aren dengan IKM champion, CV Agro Temon Lestari.

Perusahaan ini telah bermitra dengan 100 orang perajin gula aren lokal yang terhimpun dalam wadah Kelompok Tani Hutan Aren Lestari yang awalnya hanya berjumlah 20 perajin.

Rekomendasi Untuk Anda

Di 2025, CV Temon Agro Lestarimelakukan ekspor perdana gula aren ke Belanda berupa 5.000 pcs kemasan pouch 200 gram dengan label Gula Aren Temon, dengan permintaan yang terus berlanjut.

Mereka sedang menjajaki pasar China dan sedang mengurus sertifikasi General Administration of Customs of China (GACC).

Baca juga: Tingkatkan Ekonomi Petani, Dosen di Sumbar Bantu Pemasaran Gula Aren Lewat Media Digital

"Ini merupakan sertifikasi wajib yang harus dilakukan oleh perusahaan yang ingin mengekspor produk pangan ke RRT," ungkap Reni.

 

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Atas