Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Harga Kelapa di Pasaran Mahal karena Banyak Diekspor

Harga kelapa di pasar dalam negeri sedang mahal akibat banyaknya kelapa panenan lokal yang diekspor.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Lita Febriani
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Harga Kelapa di Pasaran Mahal karena Banyak Diekspor
dok. kompas/kristianto purnomo
PANEN KELAPA - Petani memanen kelapa di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Rabu (18/3/2015). Menteri Perdagangan Budi Santoso, mengungkap harga kelapa di pasar dalam negeri sedang mahal akibat banyaknya kelapa panenan lokal yang diekspor. 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perdagangan Budi Santoso, mengungkap harga kelapa di pasar dalam negeri sedang mahal akibat banyaknya kelapa panenan lokal yang diekspor.

Kementerian Perdagangan telah mempertemukan antara industri dan eksportir untuk membahas mahalnya harga kelapa di pasaran.

"Kami sudah menemukan antara industri dan eksportir. Sekarang ini mahal karena harga ekspornya memang lebih tinggi daripada harga domestik," tutur Mendag Budi di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Kamis (17/4/2025).

Kemendag akan membahas keadaan tersebut lebih lanjut dengan eksportir agar kebutuhan di dalam negeri juga bisa dipenuhi.

"Kita juga di dalam negeri membutuhkan. Tapi harga tentunya juga kalau murah petani eksportir nggak mau. Jadi nanti kita cari eksportir," kata Budi.

Kemudian, Mendag juga berharap agar harga kelapa di dalam negeri juga bisa dibuat lebih murah. Selain itu, opsi untuk menghentikan ekspor juga sedang dikaji.

Rekomendasi Untuk Anda

"Ya nanti, makanya kita cari caranya, itu (hentikan ekspor) mungkin salah satu opsi. Jadi nanti diregulasi kebijakannya," ucapnya.

Harga kelapa saat ini di pasaran berkisar antara Rp 20.000 hingga Rp 25.000. Menurut berbagai sumber, harga yang tinggi ini sudah terjadi sejak menjelang lebaran lalu.

Baca juga: Kenaikan Harga Kelapa Tak Dinikmati Petani, Eksportir Ilegal yang Untung


Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, Indonesia telah mengekspor 71.077 ton kelapa bulat selama dua bulan pertama 2025. Adapun China menjadi pembeli utama dengan lebih dari 68.000 ton kelapa dikirim ke sana.

Harga jual kelapa parut di pasaran saat ini tembus dikisaran Rp 20.000 – Rp 25.000 per butir dari harga biasanya sebesar Rp 10.000.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Atas