Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Rosan Roeslani Pamer 844 BUMN Sudah Resmi Gabung Danantara

CEO Danantara Rosan Roeslani menyatakan, sebanyak 844 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah resmi bergabung dan menjadi bagian dari Danantara

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Nitis Hawaroh
Editor: Sanusi
zoom-in Rosan Roeslani Pamer 844 BUMN Sudah Resmi Gabung Danantara
Nitis Hawaroh/Tribunnews.com
GABUNG DANANTARA - CEO Danantara Rosan Roeslani menyatakan, sebanyak 844 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah resmi bergabung dan menjadi bagian dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - CEO Danantara Rosan Roeslani menyatakan, sebanyak 844 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah resmi bergabung dan menjadi bagian dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Hal tersebut dia sampaikan di depan Presiden RI Prabowo Subianto dalam acara Townhall Meeting BPI Danantara di JCC Senayan, Jakarta Pusat, Senin (28/4/2025).

Baca juga: Sore Ini Prabowo Hadiri Townhall Meeting Danantara dengan BUMN di JCC Senayan

“Alhamdulillah, sejak 21 Maret 2025, seluruh BUMN yang berjumlah 844 ini, laporan Bapak Presiden sudah resmi menjadi bagian, menjadi milik Danantara Indonesia,” kata Rosan.

Rosan menyatakan, Danantara hadir pada waktu yang tepat. Terlebih lagi, kondisi geopolitik dan geoekonomi dunia sedang tidak baik-baik saja.

Hal itu membuat seluruh bangsa di dunia harus bersandar pada kekuatan ekonominya sendiri. Tidak lagi bersandar pada kekuatan eksternal maupun bangsa lain.

"Kehadiran Danantara benar-benar hadir pada waktu yang sangat tepat. Oleh karena itu, sejak diluncurkan langsung oleh Bapak Presiden pada 24 Februari 2025 ini, kami langsung bergerak cepat," ungkap dia.

Terakhir, Rosan menegaskan bahwa Danantara ini merupakan penjabaran dari Pasal 33 ayat (1) dalam UUD 1945 yang menegaskan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Perekonomian itu jadi susun, bukan terorganisir. Tersusun kita menyerahkan kepada mekanisme pasar. Kita mengamati mekanisme pasar, tetapi kita dapat mengintervensi jika mekanisme pasar sudah jauh melenceng dalam kepentingan nasional dan juga pembangunan nasional di depan," jelas Rosan.

“Oleh sebab itu, kehadiran Danantara kembali lagi adalah satu bentuk, konkret dan kehadiran pemerintah dalam menjaga pertumbuhan perekonomian Indonesia ke depan,” sambungnya.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Atas