Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Apindo: Dinamika Pekerja Keluar Masuk Bikin Pasar Kerja Sehat

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai dari maraknya PHK, pemerintah dan stakeholder terkait perlu merevitalisasi industri di Tanah Air.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Lita Febriani
Editor: Sanusi
zoom-in Apindo: Dinamika Pekerja Keluar Masuk Bikin Pasar Kerja Sehat
Lita Febriani/Tribunnews.com
PASAR TENAGA KERJA - Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bob Azam (enam dari kiri) dalam Media Briefing Apindo Indonesia Quarterly Update di Jakarta Selatan, Selasa (13/5/2025). Apindo menilai pasar kerja yang sehat justru dengan keluar masuknya pekerja. (Tribunnews.com/Lita Febriani) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Data BPJS Ketenagakerjaan mencatat sepanjang tahun 2024 sebanyak 257.471 peserta berhenti terdaftar sebagai peserta akibat PHK.

Di mana 154.010 orang mengajukan klaim Jaminan Hari Tua (JHT) sebagai bentuk kompensasi kehilangan pekerjaan.

Sementara pada periode 1 Januari hingga 10 Maret 2025, 73.992 peserta keluar dari kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan karena PHK dan 40.683 diantaranya telah mencairkan dana JHT.

Baca juga: Pemerintah Berencana Hapus Batas Usia Kerja, Apindo: Lowongan Pekerjaan Harus Diperbanyak 

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai dari maraknya PHK, pemerintah dan stakeholder terkait perlu merevitalisasi industri di Tanah Air.

Meski begitu, Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bob Azam mengatakan, dinamika pekerja yang keluar dan masuk ke sebuah perusahaan menjadi indikasi baik untuk pasar kerja di dalam negeri.

"Orang nggak boleh keluar dari pekerjaannya? Justru dinamika orang keluar masuk pekerjaan itu yang membuat pasar kerja kita lebih sehat," ungkap Bob dalam Media Briefing Apindo Indonesia Quarterly Update di Jakarta Selatan, Selasa (13/5/2025).

Akan tetapi, khusus bagi pekerja dengan kemampuan yang jarang bisa didapatkan, mempertahankannya lebih batik, sebagai langkah mengembangkan tenaga kerja baru.

Rekomendasi Untuk Anda

"Memang yang skill-skillnya sulit, yang waktu pengembangannya banyak, kita harus retensi (pertahankan). Tapi yang bagus itu yang ngalir gitu sebenarnya," tutur Bob.

Dengan mendevelop pekerja dengan keterampilan yang jarang dimiliki dan kemudian dikembangkan akan kian menambah daya saing usaha.

"Bagi mereka yang sudah bagus skillnya dan sebagainya, untuk mendapatkan obsidian yang bagus, dia bisa mengisi pasar kerja. Itu yang sebenarnya lebih sehat. Jadi kita jangan terlalu terlihat tertutup," imbuhnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Atas