Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Pengusaha Mamin dan Tekstil Perlu Stimulus untuk Tingkatkan Gairah Pasar

Apindo menyebut kinerja industri makanan dan minuman, serta tekstil tidak terasa berbeda saat ramadan hingga lebaran 2025.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Lita Febriani
Editor: Sanusi
zoom-in Pengusaha Mamin dan Tekstil Perlu Stimulus untuk Tingkatkan Gairah Pasar
Dok. Freepik
KINERJA INDUSTRI - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyebut kinerja industri makanan dan minuman, serta tekstil tidak terasa berbeda saat ramadan hingga lebaran 2025. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyebut kinerja industri makanan dan minuman, serta tekstil tidak terasa berbeda saat ramadan hingga lebaran 2025.

Penyebabnya daya beli masyarakat yang menurun, menjadi hal paling berpengaruh industri ini tidak maksimal selama di momen besar tahunan tersebut.

Ketua Bidang Industri Manufaktur Apindo Adhi Lukman mengatakan, pengusaha seakan tidak merasakan gairah Ramadan dan lebaran.

Baca juga: Indeks Manufaktur Indonesia Merosot, Apindo: Permintaan dalam Negeri Perlu Digenjot

"Lebaran kali ini kita sulit tersenyum. Benar-benar kita merasakan seolah-olah tidak ada lebaran kali ini," ungkap Adhi dalam Media Briefing Apindo Indonesia Quarterly Update di Jakarta Selatan, Selasa (13/5/2025).

Menurut Adhi, momen lebaran tahun ini lebih dekat dengan perayaan Imlek dan Natal, serta tahun baru. Artinya masa paceklik atau vakumnya industri mamin dan tekstil semakin panjang.

Apindo bersama para ahli ekonomi telah membahas peluang apa saja yang bisa dimaksimalkan selama periode vakum belanja masyarakat itu.

Baca juga: Apindo Sebut Pemerintah Jangan Terlalu Fokus pada Kesepakatan AS-China Soal Tarif Trump 

Kuartal kedua dan ketiga disebut Adhi menjadi masa paling sulit untuk industri karena tidak ada momen perayaan besar masyarakat.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kuartal kedua dan kuartal ketiga ini benar-benar kondisi yang berat bagi kita untuk lebih berhati-hati. Oleh sebab itu kita sangat berharap pemerintah bisa segera memberikan kebijakan baru khususnya stimulus untuk meningkatkan daya beli," terangnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Atas