Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Sektor Pertanian Indonesia Didorong Manfaatkan Material Ramah Lingkungan

GBFS merupakan produk samping dari proses pembuatan baja yang mengandung kalsium oksida (CaO) 40-47 persen dan silikon dioksida (SiO₂) 35-47 persen.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Sektor Pertanian Indonesia Didorong Manfaatkan Material Ramah Lingkungan
handout
LEBIH RAMAH LINGKUNGAN - Krakatau Posco mendorong pengembangan Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS), yang berasal dari Granulated Blast Furnace Slag (GBFS) menjadi solusi inovatif di sektor pertanian. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Industri produsen baja Krakatau Posco mendorong pengembangan Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) yang berasal dari Granulated Blast Furnace Slag (GBFS) menjadi solusi inovatif di sektor pertanian.

Direktur Technology and Business Development, Alhadis Syamsuddin menyatakan, transformasi industri ke arah yang lebih hijau bukanlah sekadar wacana, melainkan aksi nyata yang berkelanjutan.

“Kami percaya bahwa inovasi dan kolaborasi adalah kunci untuk masa depan industri yang ramah lingkungan. GBFS adalah salah satu produk samping industri baja bisa menjadi berkah bagi sektor pertanian Indonesia,” kata Alhadis dikutip Jumat (16/5/2025).

GBFS merupakan produk samping dari proses pembuatan baja yang mengandung kalsium oksida (CaO) sebesar 40-47 persen dan silikon dioksida (SiO₂) sebesar 35-47% dua unsur yang bermanfaat dalam memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan hasil pertanian.

Ia menyebut, Korea Selatan dan Jepang telah lebih dulu memanfaatkan material ini sebagai pupuk dalam sistem pertaniannya, dan kini Indonesia mulai mengikuti jejak tersebut.

Menurutnya, Krakatau Posco bersama Balai Pengujian Standard Instrument (BPSI) Tanah dan Pupuk di bawah Kementerian Pertanian bekerja sama mengenai penyusunan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk GBFS sebagai bahan penyubur tanah seperti pupuk dan pembenah tanah.

Salah satu mitra utama perseroan dalam pemanfaatan GBFS adalah PT KRT Green Indonesia, perusahaan yang telah mengantongi KBLI pupuk dan melakukan serangkaian riset agrikultur terhadap GGBFS.

Baca juga: Tekan Emisi Karbon, Pembangunan Infrastruktur Kawasan Pesisir akan Gunakan Bahan Ramah Lingkungan

Rekomendasi Untuk Anda

Hasil dari riset ini melahirkan produk pupuk bernama Pusaha Hijau yang mendapatkan izin edar sebagai pupuk makro majemuk (Kalsium + Silikat) pada kuartal IV tahun 2024.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Atas