Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Pengembangan EBT di Indonesia Butuh Dukungan Mitra Internasional  

PLN mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) guna mendukung target Net Zero Emissions (NZE) pada 2060 atau lebih cepat. 

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Pengembangan EBT di Indonesia Butuh Dukungan Mitra Internasional  
Tribunnews/Eko Suriyanto
PENGEMBANGAN ENERGI TERBARUKAN - Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo (kedua dari kiri), Direktur Manajamen Risiko PLN, Suroso Isnandar (kiri), Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN, Evy Haryadi (kedua dari kanan) dan EVP Perencanaan & Sistem Ketenagalistrikan PLN, Warsono (kanan) di acara diskusi dengan EPPEI di Jakarta. 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — PT PLN (Persero) mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) guna mendukung target Net Zero Emissions (NZE) pada 2060 atau lebih cepat. 

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui pembaruan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang mengalokasikan porsi lebih besar bagi pembangkit energi terbarukan.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan bahwa upaya percepatan transisi energi tersebut membutuhkan dukungan teknologi global.

Karena itu, keterlibatan mitra internasional dinilai penting untuk menghadirkan solusi yang efisien dan berkelanjutan.

“Untuk itu, keterlibatan mitra global dinilai penting dalam menghadirkan teknologi yang efisien dan berkelanjutan,” ujar Darmawan saat menghadiri penandatanganan kerja sama antara PLN Enjiniring, anak usaha PT PLN dan China Electric Power Planning & Engineering Institute Co., Ltd. (EPPEI), lembaga enjiniring energi asal Tiongkok, belum lama ini.

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilakukan oleh Direktur Utama PLN Enjiniring, Chairani Rachmatullah, dan Deputy Director International Consulting Institute EPPEI, Wang Shunchao, di Jakarta belum lama ini.

Darmawan menjelaskan, kolaborasi ini menegaskan peran PLN Group sebagai garda depan transformasi energi nasional, terutama dalam hal perencanaan sistem kelistrikan, pengembangan pembangkit EBT, serta penerapan teknologi efisiensi energi.

Rekomendasi Untuk Anda

“RUPTL terbaru akan memuat porsi besar pembangkit energi terbarukan. Karena itu, kerja sama dengan mitra global seperti EPPEI sangat penting untuk memastikan penggunaan teknologi yang modern, efisien, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Direktur Utama PLN Enjiniring, Chairani Rachmatullah, menuturkan bahwa kerja sama ini akan difokuskan pada penguatan infrastruktur kelistrikan nasional sekaligus peningkatan kapasitas teknis internal.

Hal ini akan dilakukan melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman bersama EPPEI.

Salah satu agenda utama dalam kemitraan ini adalah pelaksanaan program capacity building melalui pembentukan tim kerja gabungan.

Baca juga: Transisi Energi Indonesia Terganjal Minimnya SDM Terampil di Sektor Energi Terbarukan

Tim ini akan menyusun dokumen enjiniring bersama serta terlibat dalam diskusi teknis, knowledge sharing, dan benchmarking terhadap praktik terbaik industri ketenagalistrikan global.

“Khususnya terkait pengembangan flexible generation dan perencanaan sistem kelistrikan untuk mendukung integrasi energi terbarukan variabel (Variable Renewable Energy/VRE),” jelas Chairani.

Ia menambahkan, kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk memperluas wawasan teknis sekaligus membangun organisasi yang adaptif dalam menghadapi tantangan sektor energi ke depan.

Baca juga: Melirik Peluang Investasi di 333 GW Proyek Energi Terbarukan di Indonesia

Chairman China Energy Engineering Corporation (CEEC), Lyu Zexiang, menyambut positif kemitraan ini. Ia berharap sinergi antara EPPEI dan PLN Enjiniring dapat mendorong pengembangan teknologi energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

“Termasuk dalam pengembangan sistem penyimpanan energi dan teknologi baterai berkelanjutan,” ujar Lyu. (Eko Sutriyanto)

 

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Atas