Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Tekan Emisi Karbon, Teknologi CCS Mulai Dikaji di PLTU Pangkalan Susu Sumatera Utara

PLN IP menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB) melaksanakan studi kelayakan penerapan teknologi Carbon Capture Storage

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
zoom-in Tekan Emisi Karbon, Teknologi CCS Mulai Dikaji di PLTU Pangkalan Susu Sumatera Utara
HO
TRANSISI ENERGI - Suasana diskusi antara PLTU Pangkalan Susu dan tim ITB dalam rangka studi kelayakan teknologi CCS 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT PLN Indonesia Power menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB) melaksanakan studi kelayakan penerapan teknologi Carbon Capture Storage (CCS) di salah satu Unit Bisnis Pembangkitan di Sumatera Utara, yaitu PLTU Pangkalan Susu

Teknologi CCS yakni suatu sistem untuk mengurangi emisi karbon dioksida (CO2) ke atmosfer dengan cara menangkap, mengangkut, dan menyimpan CO2 di bawah permukaan bumi atau tempat penyimpanan lain yang aman. 

Sedangkan PLTU merupakan singkatan dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap, jenis pembangkit listrik yang menggunakan uap air untuk menghasilkan energi listrik.

Adapun studi kelayakan ini diawali dengan kunjungan lapangan oleh tim ahli ITB ke PLTU Pangkalan Susu pada 4–6 Agustus 2025. 

Kegiatan tersebut mencakup peninjauan fasilitas pembangkit, diskusi teknis, serta pengumpulan data penting untuk menyusun kajian menyeluruh terhadap potensi penerapan CCS.

PLTU Pangkalan Susu, sebagai salah satu pembangkit utama di Sumatera Utara, dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi lokasi percontohan implementasi CCS pada pembangkit listrik berbasis batubara.

Baca juga: PLN Electric Run 2025 Siap Bergulir di ICE BSD: Lombakan Tiga Kategori dan Targetkan 7.500 Pelari

Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta menyampaikan,  kolaborasi dengan akademisi seperti ITB akan mempercepat transformasi energi nasional menuju Net Zero Emission. 

Rekomendasi Untuk Anda

“PLN Indonesia Power terus membuka ruang kolaborasi lintas sektor untuk memastikan bahwa setiap langkah menuju dekarbonisasi dilakukan secara terukur, efisien, dan berdampak nyata bagi masa depan energi Indonesia," papar Bernadus dikutip Minggu (17/8/2025).

Ia menyampaikan, hasil studi ini akan menjadi dasar dalam perencanaan desain teknis, estimasi biaya, dan strategi implementasi jangka panjang. 

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Atas