Pelindo dan Rukindo Keruk Alur Pelayaran Pelabuhan Dumai Riau
Pelabuhan Dumai saat ini menjelma menjadi salah satu pelabuhan utama di Pulau Sumatera yang memainkan peran strategis.
Penulis:
Choirul Arifin
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 Cabang Dumai bersama PT Pengerukan Indonesia (Rukindo) menjalankan program pemeliharaan alur pelayaran dan kolam Pelabuhan Dumai di Riau.
Proyek ini dirancang untuk memastikan kedalaman alur tetap ideal bagi lalu lintas kapal yang tinggi, serta mendukung kelancaran aktivitas bongkar muat yang terus meningkat.
Kondisi geografis Pelabuhan Dumai yang berada di muara sungai menjadikan sedimentasi sebagai tantangan utama. Jika tidak ditangani secara berkala, sedimentasi dapat mengganggu jalur pelayaran dan berdampak pada kelancaran logistik nasional. Untuk itulah pengerukan rutin menjadi bagian penting dari strategi pemeliharaan pelabuhan.
Baca juga: Pelindo Regional 2 Banten Revitalisasi Jembatan Timbang untuk Tingkatkan Layanan Pelabuhan
Menurut Direktur Utama PT Anugerah Samudera Madanindo, Faris Muhammad Abdurrahim, dalam pelaksanaannya, proyek ini dijalankan oleh PT Pengerukan Indonesia (Rukindo) sebagai kontraktor utama, sedangkan untuk pelaksana pekerjaan pengerukan dan pembuangan material hasil kerukan di lapangan dipercayakan kepada PT Anugerah Samudera Madanindo (ASM)
“ASM bertanggung jawab atas pelaksanaan teknis kegiatan tersebut, mulai dari pengerjaan area-area prioritas hingga pengelolaan operasional harian di lokasi proyek. Proses pengerukan dijalankan dengan pendekatan yang mengutamakan efisiensi, keselamatan, serta kepatuhan terhadap prosedur operasional yang berlaku,” jelas Faris.
Menurut Faris, kontribusi ASM sebagai kontraktor pelaksana dinilai berperan penting dalam menjaga ritme pekerjaan dan memastikan kedalaman alur tetap terjaga sesuai standar yang ditetapkan.
Proyek ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan Pelabuhan Dumai tetap siap menghadapi tantangan perdagangan global. Kolaborasi antara BUMN dan sektor swasta dalam proyek ini mencerminkan semangat sinergi dalam menjaga keberlanjutan infrastruktur pelabuhan yang menjadi urat nadi ekonomi nasional.
Pelabuhan Dumai saat ini menjelma menjadi salah satu pelabuhan utama di Pulau Sumatera yang memainkan peran strategis dalam arus perdagangan ekspor nasional, khususnya untuk komoditas Crude Palm Oil (CPO) dan produk turunannya.
Pelabuhan ini terletak dekat jalur pelayaran internasional Selat Malaka dan menjadi simpul penting dalam rantai logistik Indonesia. (tribunnews/fin)