Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Ekspor Industri Mamin Indonesia Tembus Afrika, 10 Ton Biskuit Tujuan Pantai Gading

PT URC Indonesia mengekspor 10 kontainer biskuit dan makanan ringan ke Pantai Gading, salah satu negara di Afrika Barat.

Tayang:
Diperbarui:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Lita Febriani
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Ekspor Industri Mamin Indonesia Tembus Afrika, 10 Ton Biskuit Tujuan Pantai Gading
handout
EKSPOR BISKUIT - Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika saat pelepasan ekspor biskuit dan makanan ringan produksi PT URC Indonesia sebanyak 10 kontainer tujuan Pantai Gading, Afrika Barat, Kamis (28/8/2025). 

 

TRIBUNNEWS.COM - Industri makanan dan minuman (Mamin) Indonesia terus berupaya memperluas pasar ekspor, termasuk ke Afrika.

Salah satunya seperti dilakukan PT URC Indonesia yang melepas ekspor 10 kontainer biskuit dan makanan ringan ke Pantai Gading, salah satu negara di Afrika Barat.

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika menyampaikan apresiasinya atas langkah PT URC Indonesia yang memperkuat posisi industri Mamin nasional ke pasar global.

"Kami menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada PT URC Indonesia atas kinerjanya mengekspor produk biskuit dan makanan ringan ke negara-negara di Afrika. Langkah ini menjadi contoh penting bagi upaya perluasan pangsa pasar produk Indonesia dan menekankan pentingnya menjaga daya saing industri domestik agar mampu bersaing secara global," ungkap Putu dalam keterangan resmi, Sabtu (30/8/2025).

Hingga Mei 2025, ekspor industri makanan minuman RI mencapai 18,59 miliar dolar AS (termasuk minyak kelapa sawit) dengan surplus perdagangan sebesar 13,14 miliar dolar AS.

Ekspor biskuit Indonesia juga menunjukkan tren kenaikan, dengan nilai 443 juta dolar AS pada 2023, naik 4,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Produk biskuit Indonesia menempati posisi ke-11 dalam pemenuhan pasar global dengan kontribusi 3,59 persen. 

Putu berharap pencapaian ini dapat menginspirasi lebih banyak pelaku industri untuk menembus pasar internasional.

"Hal ini sejalan dengan tekad pemerintah untuk terus menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui penerbitan berbagai program dan kebijakan strategis, yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," ucapnya.

Putu menambahkan, Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Agustus 2025, menunjukkan sektor industri makanan dan minuman berada pada level ekspansi dengan nilai 54,89. Capaian ini meningkat 1,25 poin dari bulan sebelumnya (53,64).

Baca juga: Siasati Tarif UE, BYD Ekspor Mobil Listrik dari Pabrik Thailand ke Eropa

Tingkat ekspansi ini juga mencerminkan iklim usaha masih kondusif dan adanya potensi peningkatan kegiatan usaha sektor mamin ke depannya.

Industri biskuit merupakan subsektor yang tumbuh konsisten setiap tahun. Saat ini terdapat lebih dari 100 perusahaan biskuit di Indonesia dengan kapasitas terpasang 1,72 juta ton dan utilisasi sebesar 62 persen, sebutnya. 

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Atas