Industri Plastik dan Polimer Nasional Didorong Garap Pasar Ekspor
Konsumsi domestik juga diproyeksikan meningkat lebih dari 7 juta ton pada 2024 menjadi lebih dari 9 juta ton pada 2030.
Penulis:
Choirul Arifin
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Industri plastik dan polimer nasional didorong aktif menggarap peluang pasar ekspor untuk diversifikasi pasar selain menggarap pasar domestik.
Industri plastik dan polimer juga dinilai sebagai industri strategis karena memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional.
Kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB Indonesia pada Kuartal II 2025 tercatat sebesar 18,67 persen, naik dari 18,52 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
Baca juga: Apindo: Menkeu Purbaya Harus Prioritaskan Industri Padat Karya
Sejalan dengan hal tersebut, konsumsi domestik juga diproyeksikan meningkat lebih dari 7 juta ton pada 2024 menjadi lebih dari 9 juta ton pada 2030.
Koordinator Pengembangan dan Penguatan Organisasi Himpunan Polimer Indonesia (HPI) Tita Puspitasari, menekankan pentingnya peningkatan kebutuhan industri, yang tidak hanya tentang ketersediaan material, melainkan juga harus diimbangi dengan inovasi, efisiensi, dan keberlanjutan.
“Kebutuhan akan material berteknologi maju, mulai dari engineering plastics hingga polimer ramah lingkungan, semakin mendesak seiring perkembangan tren industri hijau," kata Tita Puspitasari di sela penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara HPI dengan Pamerindo untuk penyelenggaraan pameran Plastic Material & Chemical, di Jakarta, Rabu, 10 September 2025.
Tita Puspitasari menambahkan, inovasi dalam menghasilkan material yang lebih ringan, kuat, dan berkelanjutan kini menjadi kunci untuk mendorong daya saing industri.
Selain itu, teknologi plastic recycling juga menghadirkan peluang strategis dalam membangun circular economy yang efisien dan berorientasi pada keberlanjutan.
"Melalui kolaborasi ini, inovasi polimer nasional diperkuat agar mampu memberikan kontribusi nyata sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar global,” tegasnya.
Penyelenggaraan Plastic Material & Chemical, hasil kolaborasi HPI dan Pamerindo akan menjadi sub-show baru yang diyakini akan memperkuat riset, pengembangan material, dan perluasan akses pasar bagi industri plastik dan polimer nasional.
Meysia Stephannie, Portfolio Director PT Pamerindo Indonesia menjelaskan, kehadiran sub-show baru dalam pameran Plastics & Rubber Indonesia 2025 yang digelar pada November mendatang di Jakarta ini, kian relevan dengan proyeksi ekspor plastik Indonesia yang diperkirakan menembus USD 3,1 miliar pada 2028.
“Plastic Material & Chemical membuka ruang kolaboratif untuk mendorong riset, inovasi, dan pasar ekspor industri plastik Indonesia. Dengan dukungan HPI, kami ingin membangun ekosistem yang kompetitif sekaligus berorientasi pada keberlanjutan,” ujarnya.
Sub-show ini juga akan menghadirkan Polymer Innovations Award, sebuah apresiasi bagi invoasi industri sekaligus dorongan menuju praktik industri yang lebih berkelanjutan.
Dengan format baru, Plastics & Rubber Indonesia semakin menegaskan posisinya sebagai pameran internasional terbesar di sektor mesin dan pengolahan material plastik dan karet.
“Kami berharap kehadiran sub-show ini menjadi katalis kemandirian industri nasional, mempercepat adopsi material inovatif ramah lingkungan, sekaligus membuka peluang pasar baru," kata Meysia.
"Lebih dari sekadar menambah bobot pameran, Plastic Material & Chemical diharapkan menjadi penggerak utama inovasi, keberlanjutan, dan pertumbuhan jangka panjang industri plastic Indonesia,” pungkas Meysia. (tribunnews/fin)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.