Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun Bisnis
LIVE ●
tag populer

Bos Bulog Jamin Kualitas Beras SPHP Bebas Kutu dan Kuman

Beras yang disalurkan kepada masyarakat melalui bantuan pangan, serta penyaluran beras SPHP dalam kondisi baik tanpa turun mutu atau disposal

zoom-in Bos Bulog Jamin Kualitas Beras SPHP Bebas Kutu dan Kuman
Dennis/Tribunnews
KUALITAS BERAS — Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (kiri) didampingi Satgas Pangan Polri saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan, Minggu (14/9/2025). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan kualitas beras Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) bebas dari kutu dan tidak berkuman.

Ia menjelaskan, selama ini Bulog melakukan pemeliharaan rutin terhadap stok beras di gudang Bulog, dengan pengecekan kualitas secara harian dan berkala.

“Kami jamin beras-beras kita betul-betul sehat, bersih, tidak berkutu, dan tidak berkuman,” ujar Rizal di Radio Dalam, Jakarta Selatan, Minggu (14/9/2025).

Baca juga: Sidak Ritel Modern, Dirut Bulog Pastikan Ketersediaan dan Penyaluran Beras Aman

Karena itu, kata dia, beras yang disalurkan kepada masyarakat melalui bantuan pangan, serta penyaluran beras SPHP dalam kondisi baik tanpa turun mutu atau disposal.

Namun, di sisi lain, menurutnya tidak mungkin ada yang 100 persen tidak rusak. Karena itu, Bulog memilah mana beras terbaik untuk masyarakat.

“Namanya gudang, tidak mungkin ada yang 100 persen tidak rusak," tutur Rizal.

Rizal menjelaskan, selama ini Bulog menerapkan sistem first in, first out, yakni metode manajemen persediaan di mana barang atau stok yang pertama kali masuk ke dalam inventaris atau gudang akan menjadi yang pertama kali dijual, digunakan, atau dikeluarkan dari gudang.

Rekomendasi Untuk Anda

Bulog juga menerapkan first expired, first out atau metode manajemen inventaris di mana produk yang memiliki tanggal kedaluwarsa paling dekat akan dikeluarkan atau dijual terlebih dahulu.

Ia menjelaskan, mengenai adanya keluhan beras SPHP dan bantuan dinilai kering. Menurutnya, pera bisa berasal dari bibit atau varietas padi saat penanaman. Di sisi, Bulog juga mengikuti selera pasar tergantung wilayah.

“Pasarnya sukanya yang pulen, berarti kita harus campur dengan yang pulen. Pasar di Sumatera sukanya pera, oh berarti campur dengan banyakin yang peranya," imbuh Rizal.
 
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Atas