Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Sektor Manufaktur Tumbuh Baik di 2011-2023, Tapi Emisi Karbon Ikut Naik

Sektor manufaktur RI selama 2011-2023 tumbuh cukup baik namun konsekuensnya, hal itu juga diikuti oleh kenaikan emisi karbon.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Sektor Manufaktur Tumbuh Baik di 2011-2023, Tapi Emisi Karbon Ikut Naik
TRIBUN/DANY PERMANA
GELIAT SEKTOR MANUFAKTUR - Aktivitas merakit mobil di pabrik Mercedes-Benz di Bogor, Selasa (11/12/2018). Sektor manufaktur RI selama 2011-2023 tumbuh cukup baik namun konsekuensnya, hal itu juga diikuti oleh kenaikan emisi karbon. 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan sektor manufaktur RI selama 2011-2023 tumbuh cukup baik namun konsekuensnya, hal itu juga diikuti oleh kenaikan emisi karbon.

"Pertumbuhan dari sektor manufaktur yang cukup mengembirakan ada konsekuensinya. Konsekuensinya peningkatan emisi," kata Agus dalam acara Green Initiative Conference 2025 di Jakarta Pusat, Kamis (18/9/2025).

Berdasarkan data yang dimiliki Agus, emisi selama 2011-2023 dari sektor industri mengalami kenaikan sebanyak dua kali lipat.

Agus mengungkap, 73 persen emisi bersumber dari peningkatan jumlah energi asal bahan bakar fosil yang dikonsumsi industri, termasuk untuk bahan energinya.

"Bila tidak ada upaya dan upaya itu tentu harus tepat, maka dikhawatirkan pada tahun 2050 akan terjadi dua kali lipat lagi, lebih besar terhadap emisi yang akan dihasilkan di sektor manufaktur," ujar Agus.

Agus menekankan, transformasi ke industri hijau merupakan suatu hal yang mutlak.

Rekomendasi Untuk Anda

Transisi ke industri hijau disebut bukan hanya untuk keberlanjutan sektor industri, tapi juga untuk ekonomi secara utuh dan juga keberlanjutan negara.

Agus mengatakan, salah satu upaya dalam transformasi hijau adalah pembentukan GISCO (Green Industry Service Company).

GISCO ditargetkan menjadi jembatan antara industri dan penyedia pendanaan hijau (green financing provider) dengan proses agregasi pendanaan sesuai kebutuhan industri, agar perusahaan tidak terbebani biaya yang tinggi.

Baca juga: Teknologi CCUS Berperan Kurangi Emisi Karbon Tapi Butuh Keselarasan Regulasi

Di dalam GISCO akan tergabung para investor, termasuk yang berasal dari lembaga keuangan, yang akan mendanai program-program transformasi industri di Indonesia menuju industri yang lebih berkelanjutan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas