Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

APERSI Dorong Profesionalisme Pengembang Properti Lewat Pelatihan dan Kolaborasi

Penguatan kapasitas pengembang properti menjadi hal mendesak di tengah kondisi pasar yang terus berubah.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Sanusi
zoom-in APERSI Dorong Profesionalisme Pengembang Properti Lewat Pelatihan dan Kolaborasi
Istimewa
INDUSTRI PROPERTI - Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) menggelar acara APERSI Training Center (ATC) yang diadakan di Kota Malang, Jawa Timur yang diadakan di Universitas Islam Malang (UNISMA), Jumat (17/10/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Pelatihan ATC menghadirkan berbagai tokoh properti yang tergabung dalam pengurus APERSI.
  • Penguatan kapasitas pengembang menjadi hal mendesak di tengah kondisi pasar yang terus berubah.
  • Pengembang harus bisa mengelola keuangan secara profesional.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) menggelar acara APERSI Training Center (ATC) yang diadakan di Kota Malang, Jawa Timur yang diadakan di Universitas Islam Malang (UNISMA), Jumat (17/10/2025).

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting di sektor perumahan dan pembiayaan nasional, antara lain Maruar Sirait selaku Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Junaidi Abdillah Ketua Umum APERSI dan Heru Pudyo Nugroho Komisaris BP Tapera.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas, profesionalisme, dan manajemen bisnis para pengembang di tengah ketatnya persaingan industri properti nasional. Acara ini diikuti sekitar 700 pengembang yang tergabung di APERSI Jawa Timur.

Baca juga: Gaet Developer Properti, BNI Dukung Akselerasi Program 3 Juta Rumah lewat Penyaluran FLPP

Pelatihan ATC menghadirkan berbagai tokoh properti yang tergabung dalam pengurus APERSI. Seperti Deddy Indra Setiawan yang merupakan Sekretaris Jenderal APERSI, kemudian ⁠Firman Budiman CEO Imanan Holding, kemudian ⁠Angga Budi Kusuma Direktur Utama Pesona Kahuripan Group dan  ⁠Makhrus Soleh Ketua DPD APERSI Jawa Timur.

Junaidi Abdillah menegaskan bahwa penguatan kapasitas pengembang menjadi hal mendesak di tengah kondisi pasar yang terus berubah. Menurutnya, saat ini persaingan di dunia properti kompetisinya sangat keras, bahkan bisa dibilang cukup kasar.

"Karena itu, kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan agar para pengembang tidak hanya mampu bersaing, tetapi juga terus berkembang secara profesional,” ujar Junaidi Abdillah.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara itu Deddy Indra Setiawan menyatakan dalam bisnis properti untuk menjadi pengembang yang paling penting adalah pengelolaan keuangan yang disiplin, transparan, dan berbasis analisis.

Deddy menambahkan, yang harus dilakukan adalah dengan cara yang sebenarnya sederhana tapi penting yaitu pemisahan keuangan pribadi dan bisnis. Kemudian membuat dan menjaga cash flow projection, serta penerapan analisis kelayakan finansial proyek.

“Pengembang harus bisa mengelola keuangan secara profesional. Pisahkan keuangan pribadi dengan bisnis, buat proyeksi arus kas, dan selalu kendalikan biaya konstruksi. Jika tidak, proyek bisa berjalan tanpa arah dan kehilangan nilai profitabilitasnya,” ujar Deddy.

Melalui kegiatan ini, DPP APERSI akan terus berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kualitas para pengembang di Indonesia.

Selain itu kolaborasi dengan berbagai pihak seperti Kementerian PKP, BP Tapera, dan SMF diharapkan dapat memperkuat ekosistem perumahan nasional yang lebih profesional, akuntabel, dan berkelanjutan. 

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas