Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun Bisnis
LIVE ●
tag populer

Menkeu Purbaya: Programmer Coretax Ternyata Lulusan SMA

Sistem Coretax banyak dikritik dan menuai keluhan dari berbagai pihak karena kinerjanya yang payah.

zoom-in Menkeu Purbaya: Programmer Coretax Ternyata Lulusan SMA
Dokumentasi Tim Media Presiden Prabowo
LAUNCHING CORETAX - Presiden Prabowo Subianto berfoto bersama wartawan usai konferensi pers Agenda Tutup Kas APBN Tahun 2024 dan Launching Coretax di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (31/12/2024). 

Ringkasan Berita:
  • Menteri Keuangan Purbaya bilang, programmer di proyek modernisasi sistem administrasi perpajakan alias Coretax ternyata adalah lulusan SMA.
  • Di Cortex ada beberapa layer atau software yang bisa diperbaiki langsung oleh orang-orang di Indonesia.
  • Sistem perpajakan Coretax banyak dikritik dan menuai keluhan dari berbagai pihak karena kinerjanya yang payah.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan programmer di proyek modernisasi sistem administrasi perpajakan alias Coretax ternyata adalah lulusan SMA.

Sistem perpajakan Coretax banyak dikritik dan menuai keluhan dari berbagai pihak karena kinerjanya yang payah. Para user Coretax mengeluhkan sudah login, timeout, blank, tidak bisa upload faktur dan bupot atau bukti potong PPh, dan session yang sering nyasar.

Purbaya mengatakan, di Cortex ada beberapa layer atau software yang bisa diperbaiki langsung oleh orang-orang di Indonesia.

Namun, masih ada juga bagian-bagian di Coretax yang terikat kontrak dengan pihak LG, di mana Kementerian Keuangan belum diberi akses ke sana karena pihak LG masih mengerjakannya.

Konsorsium LG CNS-Qualysoft adalah pemenang tender pengadaan Coretax dengan nilai kontrak proyek ini mencapai Rp 1,228 triliun, termasuk pajak.

Rekomendasi Untuk Anda

Konsorsium LG CNS-Qualysoft menyediakan solusi Commercial Off The Shelf (COTS) dan mengimplementasikan teknologi tersebut untuk menggantikan sistem yang sudah digunakan DJP sejak 2002.

"Yang bisa ditangani kami sudah diperbaiki semaksimal mungkin. Kelihatannya sudah semakin cepat sekarang Coretaxnya, walaupun masih ada kesalahan sedikit di sana-sini," kata Purbaya dalam konferensi pers di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (24/10/2025).

Purbaya mengatakan, Kemenkeu sudah menyampaikan rekomendasi ke pihak LG terkait dengan perbaikan yang perlu dilakukan.

Rekomendasi ini disampaikan karena Kemenkeu tidak bisa melakukannya sendiri karena masih ada kontrak dengan pihak LG sampai Desember.

Purbaya pun mengeluhkan koordinasi dengan pihak LG karena respons mereka sempat lama. Namun, setelah ada satgas, kini koordinasi sudah sedikit lebih baik.

"Jadi sebelumnya LG itu, sebelum kita jalankan tim special task force ini, mereka itu kalau ditanya, gak peduli. Ditanya di sana, cuek, responnya lama," ujar Purbaya.

Baca juga: Publik Banyak Mengeluh soal Coretax, Menkeu Sri Mulyani: Mengembangkan Sistem Serumit Ini Tak Mudah

"Sekarang mereka sudah lebih cepat, walaupun masih lambat, tapi mereka sudah kirim orang ke sini, kalau gak salah, dan di-guide oleh orang-orang kita, apa yang diperlukan, dan bagaimana betulinnya diajarin juga tuh," jelasnya.

Purbaya kemudian bercerita bagaimana ketika orang-orang Indonesia di sini yang menangani perbaikan Coretax menyadari bahwa orang dari LG yang mengerjakan Coretax masih lulusan SMA.

"Target awal anak buah saya sih, karena depan bisa diberesin, tengah bisa diberesin, yang di bawah yang di LG gak bisa," ucap Purbaya.

Baca juga: Coretax yang Bermasalah Jadi PR Bimo Wijayanto, Djaka Harus Bereskan Ceisa yang Kerap Dikeluhkan

"Komentarnya lucu deh, begitu mereka dapet source code-nya, dilihat sama orang saya, dia bilang, wah ini programmer tingkat baru lulusan SMA. Jadi yang dikasih ke kita bukan orang jago-jagonya kelihatannya," sambungnya.

Purbaya berkelakar bahwa temuan ini bukti bahwa Indonesia sering dibohongi oleh pihak asing. "Jadi ya memang Indonesia lah sering dikibulin asing," ucap Purbaya.  

 

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Atas