Pajak Badan ke Freeport Tetap 25 Persen Meski Pemerintah Tambah Porsi Saham
Pemerintah Indonesia akan menambah porsi kepemilikan saham 12 persen di PT Freeport Indonesia.
Penulis:
Igman Ibrahim
Editor:
Choirul Arifin
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan, tarif pajak penghasilan (PPH) badan untuk PT Freeport Indonesia (PTFI) tetap dipertahankan sebesar 25 persen meski dalam waktu dekat Pemerintah Indonesia akan menambah porsi kepemilikan sahamnya di PTFI sebanyak 12 persen.
“Terkait dengan itu, kemarin pembahasan untuk dilakukan penambahan saham pemerintah, saham kita sekarang kan adalah 51 persen,” ujar Bahlil di Istana Negara, Jakarta, Jumat (24/10/2025).
“Atas arahan perintah Bapak Presiden Prabowo, kita menambah 12 persen. Dan divestasi ini nilainya sangat kecil sekali. Nah tapi ini terjadi setelah 2041,” lanjutnya.
Ia menjelaskan bahwa meski divestasi baru berlaku setelah tahun 2041, kegiatan produksi Freeport harus tetap berjalan sejak sekarang agar tidak terjadi penurunan produksi nasional.
“Produksinya harus jalan sekarang. Karena produksi sekarang yang ada di Freeport itu hasil eksplorasi 2003-2004. Eksplorasi di underground itu paling cepat 10 tahun, dan peak daripada produksi kita yang ada sekarang itu peak-nya 2035. 2035 habis itu turun,” jelasnya.
Bahlil menekankan, jika pemerintah tidak segera melakukan pembicaraan perpanjangan dan eksplorasi, maka Indonesia akan kehilangan momentum.
“Kalau tidak segera kita lakukan pembicaraan, perpanjangan, dan eksplorasi, maka kita akan kehilangan waktu,” katanya.
Selain penambahan saham, Bahlil juga memastikan bahwa pajak badan Freeport tidak akan mengikuti penurunan tarif umum yang berlaku untuk perusahaan lain.
“Yang pertama adalah penambahan saham 12 persen. Yang kedua, PPH badannya tetap di 25 persen. Sekalipun negara sekarang PPH badan turun di bawah 22 persen, tapi dia harus kena di 25 persen,” ujarnya.
Baca juga: Rosan Targetkan Penambahan Saham Freeport 12 Persen
Bahlil juga menjelaskan, dalam kesepakatan baru tersebut Freeport juga akan berkontribusi di bidang sosial dan ekonomi bagi masyarakat Papua.
“Karena ini kita dorong untuk tetap optimalisasi pendapatan, manfaat sebanyak-banyaknya diperoleh oleh negara."
Baca juga: Pemerintah Tambah 12 Persen Saham Freeport, Ini Manfaatnya
"Di samping itu juga mereka akan membangun beberapa fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan untuk di Papua, dan akan mengutamakan pengusaha-pengusaha lokal di Papua untuk ikut mengambil bagian dalam proses pekerjaannya di depan,” pungkasnya.