Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ā—

Perkuat Komitmen Transisi Energi Lewat Hilirisasi Bauksit

Grup MIND ID juga tengah mempersiapkan pembangunan fasilitas SGAR Fase II dengan kemampuan produksi tambahan 1 juta ton alumina per tahun.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Erik S
zoom-in Perkuat Komitmen Transisi Energi Lewat Hilirisasi Bauksit
Istimewa
INDUSTRI PERTAMBANGAN - Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID menegaskan komitmennya mendukung transisi energi nasional melalui penguatan hilirisasi bauksit secara terintegrasi di dalam negeri. 
Ringkasan Berita:
  • MIND ID kini telah memiliki Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat.Ā 
  • Transisi energi adalah kebutuhan strategis Indonesia dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global.
  • Aluminium merupakan material kunci dalam teknologi transisi energi berkat sifatnya yang ringan, tahan korosi

Ā 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID menegaskan komitmennya mendukung transisi energi nasional melalui penguatan hilirisasi bauksit secara terintegrasi di dalam negeri.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya alam mineral Indonesia sekaligus mendorong industrialisasi berbasis keberlanjutan.

Sebagai pengelola mineral strategis nasional, dari total cadangan bauksit sebesar 198,43 juta ton, Grup MIND ID memproduksi 1,33 juta ton pada 2024.

Baca juga: MIND ID Edukasi Perkembangan Teknologi Tambang di Minerba Convex 2025

Melalui kerja sama antara PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) dan PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM), Grup MIND ID kini telah memiliki Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat.Ā 

Fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi 1 juta ton alumina per tahun yang seluruhnya berasal dari pemanfaatan cadangan bauksit dalam negeri. Produk alumina yang dihasilkan SGAR menjadi bahan utama untuk memproduksi aluminium oleh INALUM di Kuala Tanjung.Ā 

Grup MIND ID juga tengah mempersiapkan pembangunan fasilitas SGAR Fase II dengan kemampuan produksi tambahan 1 juta ton alumina per tahun, dan fasilitas Smelter Aluminium Baru di Mempawah dengan kapasitas 600 ribu ton per tahun.

Rekomendasi Untuk Anda

Integrasi rantai nilai ini menegaskan posisi MIND ID sebagai penggerak utama hilirisasi bauksit yang tidak hanya memperkuat industri nasional, tetapi juga mendukung pencapaian target transisi energi Indonesia.

Corporate Secretary MIND ID Pria Utama menjelaskan bahwa transisi energi adalah kebutuhan strategis Indonesia dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global. Dengan mengoptimalkan kekayaan sumber daya alam mineral, Indonesia dapat memperkuat posisinya sebagai pemain kunci dalam rantai pasok industri energi bersih dunia.

ā€œKami berupaya konsisten untuk mendukung terwujudnya kemajuan peradaban masa depan yang lebih baik. Hilirisasi bauksit yang dijalankan secara terintegrasi ini menjadi salah satu kunci percepatan transisi energi di Indonesia,ā€ ujar Pria dalam keterangannya, Rabu (12/11/2025).

Pria menambahkan, aluminium merupakan material kunci dalam teknologi transisi energi berkat sifatnya yang ringan, tahan korosi, dan dapat didaur ulang. Dalam satu fasilitas panel surya berkapasitas 1 MW dibutuhkan sekitar 21 ton aluminium untuk rangka dan sistem pemasangan.

Selain itu, aluminium juga berperan penting dalam produksi turbin angin, membentuk struktur bilah dan kerangka utama, serta menyusun hingga 30 persen dari total bobot baterai kendaraan listrik (EV) dan komponen bodi mobil listrik.

ā€œMIND ID berkomitmen tidak hanya mengeksplorasi sumber daya alam, tetapi juga memastikan peningkatan nilai tambahnya hingga menjadi produk bernilai strategis. Kami percaya, industrialisasi yang berkelanjutan akan menjadi fondasi kemajuan peradaban masa depan Indonesia,ā€ pungkas Pria.

Stok Bauksit

Dengan cadangan besar dan struktur pasar yang terus bertumbuh, bauksit disebut berperan penting sebagai penggerak nilai tambah dalam negeri.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, menjelaskan bahwa kebijakan larangan ekspor bijih bauksit serta penetapan Harga Patokan Mineral (HPM) bukan sekadar instrumen fiskal, melainkan implementasi nyata dari amanat Undang-Undang Minerba.

"UU No. 3 Tahun 2020 secara tegas mewajibkan peningkatan nilai tambah melalui pengolahan dan pemurnian. Larangan ekspor bijih bauksit sejak Juni 2023 bukan keputusan mendadak, tapi bagian dari transisi yang disiapkan sejak lama," kata Tri dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI, Rabu (30/4/2025).

Tri memaparkan, cadangan bauksit Indonesia tergolong besar. Pada 2022, produksi bijih bauksit nasional sempat menyentuh 31,8 juta ton. Namun setelah kebijakan larangan ekspor diberlakukan, produksi menurun menjadi 19,8 juta ton di 2023, dan 16,8 juta ton pada 2024. Meski begitu, ESDM optimistis angka ini akan kembali meningkat seiring masuknya proyek-proyek hilirisasi baru yang telah mendekati tahap operasional.

Salah satu entitas yang telah menyiapkan ekosistem hilirisasi secara terintegrasi adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM). Direktur Utama ANTAM, Niko Kanter, menjelaskan bahwa pihaknya terus berkomitmen memperkuat rantai nilai bauksit, dari hulu hingga ke produk alumina.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas