Realisasi Bantuan Pangan Oktober-November 2025 Lewat Bulog 18 Persen
Perum Bulog terus mempercepat penyaluran bantuan pangan pemerintah untuk masyarakat berpendapatan rendah.
Penulis:
Lita Febriani
Editor:
Choirul Arifin
Ringkasan Berita:
- Bulog terus mempercepat penyaluran bantuan pangan pemerintah untuk masyarakat berpendapatan rendah.
- Realisasi distribusi untuk alokasi Juni–Juli hampir sepenuhnya selesai, mencapai 99 persen.
- Realisasi penyaluran di Oktober-November terus dikebut menjelang akhir tahun, karena baru terealisasi 18 persen.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perum Bulog terus mempercepat penyaluran bantuan pangan pemerintah untuk masyarakat berpendapatan rendah. Di periode Oktober-November 2025 realisasi penyaluran mencapai 18 persen.
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan, realisasi distribusi untuk alokasi Juni–Juli hampir sepenuhnya selesai, sementara penyaluran untuk periode Oktober-November terus dikebut menjelang akhir tahun.
"Untuk realisasi bulan Juni-Juli itu sudah mencapai 99,99 persen tinggal 0,01 persen. Untuk yang bulan Juni-Juli sudah hampir selesai," tutur Rizal dalam Konferensi Pers sidak bantuan pangan di Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (27/11/2025).
Untuk bantuan pangan alokasi Oktober-November, realisasi saat ini telah mencapai sekitar 18 persen. Bulog mulai menyalurkan bantuan tersebut sejak awal November.
"Untuk yang bulan Oktober-November ini sudah mencapai sekitar 18 persen, karena kami mulai kemarin di awal bulan November. Kebetulan karena kemarin ada penambahan minyak goreng, jadi kami menunggu minyak gorengnya. Sehingga memang agak terlambat sedikit karena kebutuhan minyak goreng yang harus kita cukupi," jelasnya.
Penambahan komoditas minyak goreng dalam paket bantuan merupakan hasil masukan masyarakat dan keputusan tingkat tinggi pemerintah.
"Penambahan bantuan pangan ini memang sesuai dengan usulan kebutuhan pangan dari masyarakat. Yang kedua juga hasil putusan rapat koordinasi terbatas tingkat Menko Pangan dan ratas tingkat bapak presiden," kata Rizal.
Menurut Rizal, beras dan minyak goreng harus disalurkan secara bersamaan agar paket bantuan tiba dalam kondisi lengkap di tangan masyarakat.
Secara total, bantuan pangan yang disalurkan tahun ini ditujukan untuk 18,2 juta penerima manfaat. Masing-masing menerima 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.
"Totalnya 18,2 juta penerima bantuan manfaat. Tinggal dikalikan kalau berasnya kali 20 kilo, terus minyak gorengnya dikali 4 liter. Berarti kalau berasnya sekitar 365.000.000 ton, kemudian untuk minyak gorengnya 73 juta liter," terang Rizal.
Sementara itu, minyak goreng yang disalurkan Bulog berasal dari kerja sama dengan industri minyak goreng nasional.
Baca juga: Bapanas: Bantuan Pangan Beras Lanjut di Oktober–November 2025
"Untuk minyak goreng kami sinergikan dengan seluruh para pengusaha minyak goreng, pabrikan-pabrikan yang memiliki DMO sejumlah 65 perusahaan minyak goreng yang bekerja sama dengan Bulog," ungkapnya.
Sedangkan untuk beras, seluruh proses penanganan dilakukan langsung oleh Bulog. Bulog saat ini mempercepat distribusi. Hal ini dinilai sangat penting menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), karena kebutuhan masyarakat biasanya meningkat.
Baca juga: Menkeu Purbaya Tantang DPR Genapi Bantuan Pangan Minyak Goreng Jadi 5 Liter
"Intinya Bulog dalam hal ini akan terus memberikan pelayanan yang terbaik dan terus siap untuk mendukung program pemerintah. Apabila diberikan penugasan, Bulog akan melaksanakan tugas tersebut dengan rasa penuh tanggung jawab dan semaksimal mungkin untuk kemaslahatan masyarakat," ucap Rizal.
Baca tanpa iklan