Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

CEO Danantara Isyaratkan Merger Gojek–Grab Semakin Dekat

CEO Danantara Rosan Roeslani mengisyaratkan rencana merger Gojek–Grab akan segera direalisasikan melalui strategi akuisisi Gojek oleh Grab.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Choirul Arifin
zoom-in CEO Danantara Isyaratkan Merger Gojek–Grab Semakin Dekat
Endrapta Pramudhiaz
AKUISISI - CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Kamis (16/10/2025). Rosan mengisyaratkan merger Gojek dan Grab akan segera terjadi. 
Ringkasan Berita:
  • CEO Danantara Rosan Roeslani mengisyaratkan rencana merger Gojek–Grab akan segera direalisasikan melalui strategi akuisisi Gojek oleh Grab.
  • Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia Igun Wicaksono menolak keras rencana akuisisi tersebut karena akan memicu praktik kartel bisnis di ekosistem transportasi online.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani menyampaikan isyarat rencana merger Gojek–Grab akan segera direalisasikan pasca perubahan susunan direksi GoTo.

“Masih berjalan itu. Positif. Sinyalnya Positif,” ujar Rosan sambil mengangkat jempol usai menghadiri pertemuan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (27/11/2025) sore.

Ketika ditanya apakah sinyal positif itu berarti merger akan terjadi, Rosan merespon dengan gestur kepala mengangguk.

Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda menilai merger Gojek-Grab akan memicu praktik praktik monopoli di bisnis ride hailing atau transportasi online. Wacana yang muncul adalah Grab Holding Limited akan mengakuisisi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia Igun Wicaksono menolak keras rencana akuisisi tersebut karena akan memicu praktik kartel bisnis di ekosistem transportasi online.

"Apabila Grab mengakuisisi Gojek, maka tatanan ekosistem transportasi online akan membentuk super monopoli, sehingga hal ini tidak baik," katanya kepada Tribunnews, Senin (12/5/2025).

Rekomendasi Untuk Anda

Igun meminta Pemerintah hadir di dalam rencana akuisisi ini melalui Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Ia menilai, akuisisi akan sangat merugikan bagi pengemudi online, masyarakat, dan pelaku usaha dalam ekosistem aplikasi online.

Dampak lainnya menurut Igun apabila terjadinya kartel bisnis online ini adalah aplikasi lokal dan UMKM yang seharusnya dilindungi oleh pemerintah akan tergilas dan mati satu persatu akibat dikuasainya pasar, rantai supply, dan investasi.

Baca juga: Hasil Laporan Ribuan Pengguna, 98 Persen Harga Grab Konsisten Lewat Kampanye “Awet Murah Tiap Hari

"Mega akuisisi Grab Gojek jangan dianggap remeh dan didiamkan oleh Negara serta Pemerintah, harus ditolak dan digagalkan," ujar Igun.

Ia menegaskan, asosiasi akan terus memonitor aksi korporasi yang dinilai tidak sehat ini.

Pengemudi adalah pihak pertama yang akan sangat dirugikan nantinya karena kartel akan membentuk tarif sendiri dan potongan biaya aplikasi sendiri serta tidak akan tunduk pada regulasi Pemerintah RI.

"Garda dengan tegas menolak dan ancaman aksi besar dari seluruh Indonesia menolak mega merger Grab Gojek akan terjadi. Garda akan menggerakan pengemudi online seluruh Indonesia untuk menolak aksi korporasi ini," ucap Igun.

 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas