Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Pegawai Kementan Mengaku Dirjen Tanaman Pangan Tiap ke Daerah, Peras Petani Ketika Beri Alsintan

Seorang pegawai Kementerian Pertanian (Kementan) tertangkap kerap mengaku sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Tanaman Pangan

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Pegawai Kementan Mengaku Dirjen Tanaman Pangan Tiap ke Daerah, Peras Petani Ketika Beri Alsintan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
PECAT PEGAWAI - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memecat seorang pegawai Kementerian Pertanian (Kementan) yang kerap mengaku sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Tanaman Pangan saat melakukan kunjungan ke daerah demi memeras petani yang ingin mendapatkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seorang pegawai Kementerian Pertanian (Kementan) tertangkap kerap mengaku sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Tanaman Pangan saat melakukan kunjungan ke daerah demi memeras petani yang ingin mendapatkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan).

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan pegawai tersebut telah dipecat.

"Saya sudah bilang jangan macam-macam. Aku dapat, pasti saya pecat," katanya dalam konferensi pers di kantor Kementan, Jakarta Selatan, Jumat (28/11/2025).

Amran mengungkapkan bahwa pegawai itu meminta uang antara Rp 50 juta hingga Rp 600 juta dalam proses penyaluran bantuan traktor. Padahal, bantuan ini seharusnya diberikan secara gratis.

Dari berbagai daerah yang dikunjungi, teridentifikasi ada 99 titik yang pernah menjadi sasaran pungutan liar oleh pegawai tersebut.

Tidak hanya pegawai internal, Amran juga menemukan adanya keterlibatan pihak luar kementerian di dalam kasus ini.

"Sedihnya, ada orang luar [yang ikut terlibat di sini, red]. Kami akan kirim ke penegak hukum. Satgas [Pangan] kejar," ujar Amran.

Baca juga: Mentan: Modernisasi Pertanian Topang Capaian Swasembada di Tahun Pertama Pemerintahan Prabowo

Rekomendasi Untuk Anda

Amran menceritakan bahwa ketika diinterogasi, pegawai yang masih berusia muda itu langsung menangis dan mengaku khilaf.

Amran tak habis pikir pegawai tersebut masih bisa mengaku khilaf padahal sudah melakukannya berulang kali.

"Gimana khilaf bolak balik ambil uang? Khilaf itu kalau satu kali bisa lah kecelakaan. Ini bolak balik ambil, peras petani. Petani itu sudah sulit hidupnya, jangan dibikin berat," ucap Amran.

Hingga saat ini, kanal pengaduan Lapor Pak Amran disebut telah menunjukkan efektivitas tinggi.

Baca juga: Walikota Sabang dan Batam Menghadap Mentan Jam 6 Pagi, Dapat Solusi Permanen

Dalam satu pekan, 2 ribu lebih laporan masuk dan ratusan kasus diusut, termasuk masalah pupuk subsidi yang melibatkan 90 distributor dan penyimpangan alsintan di 99 titik.

Ia mendorong masyarakat untuk berani melaporkan pelanggaran atau pun permasalah di sektor pertanian melalui Kanal Lapor Pak Amran 082311109390.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas