Mentan Amran Targetkan RI Swasembada Gula Paling Lambat Empat Tahun Lagi
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menargetkan Indonesia bisa swasembada gula paling lambat empat tahun lagi.
Penulis:
Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
Editor:
Sanusi
Ringkasan Berita:
- Mentan Amran mengungkap target terdekat adalah Indonesia sudah bisa swasembada white sugar pada tahun depan
- Amran memuji Khofifah karena Jawa Timur mampu menjadi provinsi dengan produksi tebu terbesar di Indonesia
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menargetkan Indonesia bisa swasembada gula paling lambat empat tahun lagi.
Target tersebut diungkap Amran usai bertemu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di kantor Kementan, Jakarta Selatan, Jumat (28/11/2025).
Amran mengungkap target terdekat adalah Indonesia sudah bisa swasembada white sugar pada tahun depan.
"Mudah-mudahan tiga tahun ke depan atau empat tahun paling lama swasembada gula total termasuk industri," kata Amran.
Amran pun memuji Khofifah karena Jawa Timur mampu menjadi provinsi dengan produksi tebu terbesar di Indonesia.
Pada 2024, provinsi ini menghasilkan sekitar 2,46 juta ton tebu, menyumbang 51,65 persen dari total produksi gula nasional.
"Kami melihat kinerja beliau luar biasa, sehingga kita akan support [produksi, red] tebu," ujar Amran.
Dalam kesempatan sama, Khofifah menyampaikan bahwa kedatangannya kali ini didampingi Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak serta Kepala Dinas Peternakan dan Kepala Dinas Pertanian Jawa Timur.
Khofifah mengatakan Pemprov Jawa Timur mendapatkan kepercayaan dari Amran untuk melakukan bongkar ratoon.
Bongkar ratoon merupakan upaya mengganti tanaman lama yang sudah tidak produktif dengan tanaman baru benih tebut yang terjamin kualitasnya.
"Kami mendapatkan kepercayaan dari Pak Mentan untuk melakukan bongkar ratoon dalam jumlah yang cukup signifikan untuk persiapan swasembada gula," kata Khofifah.
Ia menegaskan bahwa Jawa Timur berkomitmen berada di garis depan dalam menyukseskan program swasembada gula nasional.
Baca juga: Mentan: Modernisasi Pertanian Topang Capaian Swasembada di Tahun Pertama Pemerintahan Prabowo
Sebelumnya, Amran pernah mengungkapkan strategi kunci pemerintah dalam mencapai swasembada gula nasional.
Strategi-strategi itu difokuskan pada peningkatan produktivitas, efisiensi budidaya, pemberdayaan petani secara berkelanjutan dan peningkatan pendapatan petani tebu.
“Alhamdulillah pangan kita sudah cukup. Stok kita tertinggi selama merdeka yaitu 4 juta ton. Jadi sekarang kita mulai melihat komoditas perkebunan yaitu tebu, kopi, kakao, karet dan lain sebagainya. Kita fokus tebu, semoga 2 hingga 3 tahun, paling lambat 4 atau 5 tahun, Indonesia bisa mulai meraih swasembada gula,” kata Amran pada acara panen dan tanam tebu yang dilaksanakan di Kebun Lumajang 3 AFD, Desa Banter Barat, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur pada Selasa (10/6/25).
Lebih lanjut, Amran merinci enam strategi kunci yang akan dilakukan oleh pemerintah secara komprehensif dalam mewujudkan swasembada gula nasional.
Pertama, melakukan penguatan penyuluhan kepada petani. Kedua, memperbaiki sistem pengelolaan perkebunan tebu. Ketiga, menyediakan sarana produksi, termasuk memberikan kemudahan akses pupuk.
Keempat adalah irigasi. Kelima adalah pengelolaan tanah. Keenam adalah harga harus menguntungkan petani.
"Kalau ini diberesin semua, swasembada jadi kenyataan,” jelas Amran.
Amran juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan keenam strategi tersebut membutuhkan kerja sama lintas sektor, baik pemerintah pusat, daerah, BUMN, maupun swasta.
“Alhamdulillah, kita bekerja keras dan bergandengan tangan. Ini tidak bisa diselesaikan sendiri. Ini adalah PR kita bersama. Termasuk ada Pak Plt. Gubernur, ada juga PTPN. Kita kolaborasi, pasti bisa,” ucap Amran.
Amran juga bertekad untuk meningkatkan produktivitas gula nasional yang saat ini masih di kisaran 4 ton per hektar. Seperti diketahui, data menunjukkan produksi gula per hektar sempat menembus angka 14 ton, yakni terjadi pada era 1930-an.
Baca juga: Formula Penetapan UMP 2026 Sudah Rampung, Menko Airlangga: Lagi Tahap Sosialisasi
“Ini berarti harus ada yang dibenahi. Doakan mudah-mudahan minimal produksi gula kita bisa seperti jaman dulu lagi, minimal 14 ton lah produksinya,” ujar Amran.
Selain itu, melihat tren produksi saat ini, Amran juga optimis kebutuhan gula konsumsi dalam negeri mampu tercukupi sepenuhnya paling lambat di tahun 2026.
“Kita penuhi dulu gula konsumsi. Kalau tadi Pak Dirut bilang, paling lambat tahun depan gula konsumsi sudah beres. Tapi jangan hanya gula konsumsi. Kita kejar juga gula industri. Kalau ini berhasil, kita bisa menghemat devisa hingga Rp40 triliun.” tukas Amran.
Sebagai informasi, Peraturan Presiden No. 40 Tahun 2023 menargetkan swasembada gula konsumsi tercapai pada 2028, dan swasembada gula industri serta bioetanol pada 2030. Saat ini, produksi gula nasional pada 2024 tercatat 2,46 juta ton, naik 8,57 persen dari 2023. Namun, kebutuhan nasional mencapai 8,1 juta ton, sehingga masih perlu tambahan 5,6 juta ton untuk mencapai swasembada.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.