Mengenal Solusi Modern PT Pura Barutama - Engineering untuk Efisiensi Pascapanen Pertanian
Solusi untuk Pascapanen dari PT Pura Barutama - Engineering: Vertical Dryer dan Rice Milling Unit
TRIBUNNEWS.COM - Sektor pertanian Indonesia menunjukkan potensi besar di tahun 2025 ini. Contohnya produksi beras nasional Januari-Desember 2025, berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), diperkirakan mencapai 34,77 juta ton, yang meningkat 4,14 juta ton atau naik 13,54 persen dibanding periode yang sama di tahun 2024 lalu.
Di sisi lain, masih banyak juga tantangan yang harus diselesaikan secara bersama-sama.. Produksi beras nasional yang terus meningkat juga menuntut pembangunan gudang-gudang tambahan untuk pengolahan dan penyimpanan beras.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dikutip dari Kompas.id, menyampaikan, pemerintah telah menugaskan Bulog untuk membangun 100 gudang penyimpanan cadangan beras dan jagung yang mencakup fasilitas pengering, unit penggilingan, silo dan mesin pengolahan beras berbasis teknologi modern.
Proses pascapanen pertanian memang masih menjadi persoalan bagi para petani Indonesia, terutama di musim hujan. Dengan cuaca tidak menentu, proses pengeringan gabah usai panen seringkali menemukan kendala dan berpotensi menurunkan kualitas hasil pertanian itu sendiri.
Sebagai salah satu perusahaan manufaktur dan printing terintegrasi di Indonesia, Pura Group menyadari betapa krusialnya persoalan pascapanen tersebut. Maka itu, melalui PT Pura Barutama - Engineering, Pura Group hadir dengan dua alat sebagai solusi untuk para petani di tahap pascapanen, yaitu Vertical Dryer dan Rice Milling Unit.
Vertical Dryer, Solusi Petani di Musim Hujan
Memasuki musim hujan seperti sekarang, tentu para petani membutuhkan alat pertanian dengan teknologi canggih seperti Vertical Dryer dari PT Pura Barutama - Engineering.
Alat ini dapat mengeringkan gabah basah dengan kapasitas mulai dari 3,5 ton, 6 ton, 10 ton hingga 30 ton sekalipun di musim hujan.
Untuk proses pengeringan, vertical dryer kapasitas 10 ton dan 30 ton, memerlukan waktu 10-12 jam tergantung kadar air gabah basah pada saat dimasukkan ke mesin.
Vertical dryer yang merupakan produk unggulan PT Pura Barutama - Engineering dan telah mendapatkan sertifikat SNI ini menjadi inovasi dari perusahaan untuk mendukung swasembada pangan di Indonesia.
Rice Milling Unit, Krusial untuk Proses Pascapanen Gabah
Selain vertical dryer, PT Pura Barutama - Engineering memiliki produk unggulan lain yang berperan penting dalam proses pascapanen gabah, yakni Rice Milling Unit.
Mesin pertanian ini membuat proses penggilingan berlangsung cukup cepat dan efisien, sehingga petani tidak perlu khawatir ketika cuaca tidak menentu.
Untuk penggilingan gabah kering dengan total 1500 kg saja, Rice Milling Unit milik PT. Pura Barutama - Engineering ini hanya memerlukan waktu satu jam. Selain cepat, kualitas beras yang diterima customer juga cukup baik.
Vertical Dryer dan Rice Milling Unit merupakan dua produk unggulan yang menjadi wujud nyata kontribusi PT Pura Barutama - Engineering dalam modernisasi pertanian.
Kehadiran kedua produk dengan teknologi modern tersebut bertujuan membantu para petani untuk lebih produktif dengan proses pascapanen yang lebih terjamin.
Para petani yang lebih produktif pun diharapkan untuk turut berkontribusi dalam membangun ketahanan pangan nasional, yang selaras dengan asta cita Presiden Republik Indonesia prabowo Subianto.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman pernah menekankan bahwa modernisasi pertanian adalah sebuah kebutuhan untuk mencapai swasembada pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani.
Senada dengan pernyataan tersebut, PT. Pura Barutama - Engineering terus menghadirkan inovasi dan teknologi termutakhir lewat semua lini produknya, terutama di kategori alat pertanian, yakni Vertical Dryer dan Rice Milling Unit.(*)
Baca juga: Mentan: Modernisasi Pertanian Topang Capaian Swasembada di Tahun Pertama Pemerintahan Prabowo
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.