Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Belasan RUU Sektor Ekonomi Masuk Prolegnas, DPR Minta Masukan Dunia Usaha

Kolaborasi dibutuhkan dalam merealisasikan Visi Indonesia Emas 2045, terutama jadikan Indonesia masuk dalam 5 kekuatan ekonomi terbesar di dunia.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Belasan RUU Sektor Ekonomi Masuk Prolegnas, DPR Minta Masukan Dunia Usaha
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
RUU SEKTOR EKONOMI- Ilustrasi. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) membutuhkan masukan khususnya dari dunia usaha guna menyelesaikan belasan Rancangan Undang-undang (RUU) bidang ekonomi yang menjadi Program Legislasi Nasional (Prolegnas). 

Ringkasan Berita:
  • Saat ini terdapat belasan RUU bidang ekonomi yang masuk Prolegnas dan membutuhkan masukan dari dunia usaha.
  • Bermain golf dan donasi jadi ajang komunikasi Kadin dan DPR
  • Dunia usaha berperan strategis dalam mendukung program pemerintah. 
 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) membutuhkan masukan khususnya dari dunia usaha guna menyelesaikan belasan Rancangan Undang-undang (RUU) bidang ekonomi yang menjadi Program Legislasi Nasional (Prolegnas).

"Saat ini terdapat belasan RUU bidang ekonomi yang masuk Prolegnas dan membutuhkan masukan dari dunia usaha, terutama Kadin, seperti RUU Kadin, RUU Sistem Perekonomian Nasional, RUU Perindustrian, RUU Kawasan Industri, RUU Komoditas Strategis, dan lain-lain," ujar Anggota Komisi XI DPR, Andi Achmad Dara dalam pernyataannya, Senin(1/12/2025).

Politikus Partai Golkar ini juga menyebut Dewan Pertimbangan Kadin merupakan mitra strategis DPR. Komunikasi dan sinergi antara kedua lembaga terjalin baik, antara lain terwujud dalam keberadaan beberapa wakil DPR RI dalam kepengurusan Dewan Pertimbangan (Wantim) Kadin.

Baca juga: Alasan Baleg DPR Mencabut RUU Danantara dari Prolegnas Prioritas 2026

"Sejumlah kegiatan diskusi yang digelar Wantim pun kerap kali dihadiri anggota DPR RI," ujarnya.

Sementara itu Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia M. Arsjad Rasjid mengatakan dunia usaha sebagai mitra strategis pemerintah akan terus mendukung upaya pemerintah membangun ekonomi yang kuat, produktif, efisien, dan kompetitif.

Rekomendasi Untuk Anda

Dia menilai pencapaian target pertumbuhan ekonomi 8 persen membutuhkan kerja semua pemangku kepentingan.

"Kolaborasi juga dibutuhkan dalam merealisasikan Visi Indonesia Emas 2045, terutama menjadikan Indonesia masuk dalam lima kekuatan ekonomi terbesar di dunia," ujarnya.

Kadin Indonesia kata Arsjad juga menyelenggarakan Gathering, Charity & Golf Tournament di Sedayu Indo Golf, Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara sebagai upaya sarana komunikasi dan pengerat tali silaturahmi antara para pemangku kepentingan dunia usaha.

Acara ini menghadirkan para pengurus Dewan Pertimbangan Kadin dari berbagai daerah, pengurus Kadin Indonesia, sejumlah anggota DPR RI, serta perwakilan asosiasi pengusaha.

"Dunia usaha berperan strategis dalam mendukung program pemerintah. Karena itu kolaborasi antar stakeholders perlu dibangun tidak hanya di ruang formal, tetapi juga melalui ruang-ruang komunikasi informal, melalui medium interaksi sosial seperti gelaran olahraga bersama agar tercipta sinergi yang lebih luwes dan akrab," ujar Arsjad Rasjid.

Kolaborasi ini juga mencakup aksi kepedulian sosial berupa penggalangan dana untuk membantu kaum dhuafa.

Dana yang terkumpul selanjutnya akan disalurkan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan. Dalam kesempatan ini, Arsjad Rasjid juga menginisiasi donasi khusus untuk korban bencana di Sumatera, dengan menyerahkan bantuan senilai 1 miliar rupiah sebagai bentuk solidaritas dunia usaha terhadap masyarakat yang terdampak.

Dia menerangkan acara Gathering, Charity & Golf Tournament merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang digelar Dewan Pertimbangan Kadin dalam menyambut Rapimnas Kadin Indonesia 2025. Sebelumnya, Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia telah menggelar Rapat Pleno dan Forum Komunikasi Anggota Luar Biasa (ALB) Kadin di Mangkuluhur Artotel Suites Jakarta, Jumat(28/11/2025).

"Interaksi dan komunikasi yang terbangun diharapkan menjadi sarana untuk menyerap berbagai aspirasi yang selanjutnya bisa dirumuskan dan disampaikan dalam Rapimnas Kadin," terang Arsjad.

 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas