Media Sustainability Forum 2025: Melirik Peran AI dalam Transformasi Media
Media Sustainability Forum 2025 membahas peluang dan risiko AI bagi industri media, menekankan akurasi, transparansi, dan peran penting jurnalis.
Penulis:
Yosephin Pasaribu
Editor:
Content Writer
TRIBUNNEWS.COM - Kecerdasan buatan atau akrab disebut AI, terus berevolusi dan memengaruhi berbagai aspek kehidupan. Cara media bekerja dan cara masyarakat mengonsumsi informasi ikut terpengaruh.
Ekosistem media pun didorong untuk aktif beradaptasi dengan tetap mempertahankan prinsip dasar jurnalisme, yaitu kredibel, akurat, dan bisa dipercaya.
Sebagaimana diketahui, AI bagaikan pisau bermata dua. Di satu sisi, teknologi ini membuat proses produksi berita lebih cepat dan efisien. Namun, implementasi AI juga bisa berisiko.
Anggota Dewan Pers, Rosarita Niken Widiastuti mengatakan, “Terkadang AI menyajikan data yang tidak tepat atau tidak sesuai dengan yang kita butuhkan. Oleh karena itu, peran kita dalam melakukan cek dan ricek, sangatlah penting.”
Menyadari hal itu, Ketua Umum Indonesian Digital Association (IDA), Dian Gemiano menekankan pentingnya mempersiapkan masyarakat dengan skill yang mumpuni agar bisa menghadapi dinamika pemanfaatan AI.
“Saat ini, dunia bukan lagi sekadar terdigitalisasi, tetapi semakin ‘ter-AI-kan’. Tantangannya sekarang adalah, apakah kita sudah siap menghadapi perubahan ini?” ujar Dian Gemiano.
Pembahasan ini tertuang dalam acara Media Sustainability Forum 2025 dengan agenda ‘Pelatihan AI untuk Produksi Kreatif Media’ yang diselenggarakan di ANTARA Heritage Center, Jakarta Pusat, Rabu (3/12/2025).
Acara tersebut diinisiasi oleh Dewan Pers, Indonesian Digital Association (IDA), dan Komite Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas (KTP2JB).
Melalui pelatihan ini, peserta mendapatkan insight berupa wawasan dan pengalaman terkait pemanfaatan tools AI dalam produksi kreatif dan bagaimana pengaruhnya terhadap model bisnis media.
Bertujuan untuk memperluas wawasan masyarakat dalam menghadapi arus AI yang terus berevolusi, kegiatan ini digelar secara hybrid yang juga disiarkan secara langsung di YouTube Dewan Pers.
“Acara ini adalah bagian dari usaha kita untuk menjadi lebih mandiri dalam menghadapi AI. Kita harus tetap menjadi manusia yang punya meaning di tengah perkembangan AI yang semakin cepat,” tutur Dian Gemiano.
Baca juga: Percepatan Digitalisasi Bawa Peluang Pengembangan AI di Indonesia
AI dan Transformasi Media: Antara Peluang dan Tantangan
Lebih lanjut, Rosarita Niken memaparkan bahwa media tengah mengalami mediamorphosis. “Transformasi ini terjadi karena perubahan teknologi, perubahan sosial-politik, dan terutama perubahan cara masyarakat mengonsumsi informasi,” ujarnya.
Sebagai Chief Marketing Officer Kompas Gramedia, Dian Gemiano pun mengakui bahwa AI memiliki peran dalam aktivitas industri. “Sejak generative AI seperti ChatGPT dipublikasikan pada 2023, saya melihat bagaimana teknologi AI mampu mereduksi biaya operasional, sekaligus meningkatkan pendapatan perusahaan,” jelasnya.
Mendukung paparannya, Dian merujuk data McKinsey & Company yang menunjukkan bahwa perusahaan dengan tingkat penggunaan AI yang tinggi cenderung memiliki performa lebih unggul.

“Selama ini kita takut AI menggantikan pekerjaan manusia. Itu memang fakta. Tapi yang perlu kita ketahui adalah perusahaan yang mengadopsi AI dalam proses produksinya merupakan high performer. Mereka high achieving,” beber Dian.
Dian mengungkapkan, kurangnya akurasi masih menjadi risiko yang paling tinggi dalam membuat produk jurnalistik menggunakan AI.
Merespons hal itu, Rosarita mendorong pemanfaatan AI sebatas mitra kreatif. “Seperti yang saya katakan sebelumnya, AI bisa saja memberikan data yang tidak tepat. Karena itu, kita harus memeriksa kebenaran data yang disajikan oleh AI,” tegasnya.
Rosarita juga mengingatkan bahwa Dewan Pers telah menerbitkan pedoman penggunaan AI sejak Januari 2025.
“AI hanyalah alat bantu, bukan pengganti jurnalis. Penggunaannya harus transparan, proses kurasinya harus benar-benar akurat, dan media tetap bertanggung jawab atas setiap konten yang dibuat atau dibantu oleh AI,” pungkasnya.
Baca juga: AI dan Keberlanjutan
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.