Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Banyak BTS Rusak Akibat Banjir, Pemerintah Manfaatkan Starlink dan Satelit Satria-1

Saat ini tingkat pemulihan jaringan telekomunikasi di Sumatera Utara dan Sumatera Barat telah mencapai 90–95 persen. 

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Banyak BTS Rusak Akibat Banjir, Pemerintah Manfaatkan Starlink dan Satelit Satria-1
/BNPB Indonesia
INFRASTRUKTUR KOMUNIKASI PUTUS - Pemerintah mengerahkan berbagai alternatif konektivitas, termasuk Starlink dan satelit Satria-1 sambil menunggu perbaikan jaringan BTS operator seluler yang rusak oleh banjir bandang Sumatera. 
Ringkasan Berita:
  • Pemerintah mengerahkan berbagai alternatif konektivitas, termasuk Starlink dan satelit Satria-1 sambil menunggu perbaikan jaringan BTS operator seluler yang rusak oleh banjir bandang Sumatera.
  • Saat ini tingkat pemulihan jaringan telekomunikasi di Sumatera Utara dan Sumatera Barat telah mencapai 90–95 persen. 
  • Perangkat Starlink sudah terpasang di 140 titik untuk membuka akses komunikasi yang terputus di wilayah terdampak banjir di Sumatera.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah mengerahkan berbagai alternatif konektivitas, termasuk Starlink dan satelit Satria-1 sambil menunggu perbaikan jaringan BTS operator seluler yang rusak oleh banjir bandang Sumatera.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkapkan, perangkat Starlink sudah terpasang di 140 titik untuk membuka akses komunikasi yang terputus di wilayah terdampak banjir di Sumatera.

"Kemarin ini memang masuknya lewat beberapa pintu di pemerintahan. Sekarang kita sedang streamline, yang terdata 1 Desember itu ada 149," katanya ketika ditemui di Gandaria City, Jakarta Selatan, Kamis (4/12/2025).

Menurut dia, masuknya Starlink dari berbagai instansi pemerintahan ke wilayah bencana banjir Sumatera dibutuhkan untuk mendukung kondisi tanggap bencana. Karena itu, pihaknya melakukan pendataan lokasi-lokasi pemasangan.

"Kami sedang menyisir karena kemarin ketika tanggap bencana kan memang lewat bermacam-macam pintu di pemerintahan, tapi sekarang kita rapikan supaya memang semuanya terdata di mana titik-titiknya. Sejauh ini ada 150-an titik,"ujar Meutya.

Meutya juga mengungkap pemulihan jaringan telekomunikasi di wilayah terdampak banjir di Sumatera menunjukkan tren yang membaik.

Rekomendasi Untuk Anda

Meutya menjelaskan, gangguan paling parah terjadi pada 2 Desember 2025 ketika sejumlah infrastruktur telekomunikasi berbasis menara Base Transceiver Station (BTS) rusak.

Baca juga: Amnesty Minta Pemerintah Setop Salahkan Cuaca, Desak Tetapkan Status Darurat Nasional

"Dari 2 Desember, kemudian 3 sampai 4 Desember pukul 00.00 itu terus membaik," kata Meutya .

Menurut Meutya, apabila tren yang membaik ini terus berlanjut, ditambah dengan pasokan listrik mulai tersedia, maka dalam satu hingga dua hari ke depan layanan telekomunikasi di wilayah terdampak bisa kembali pulih.

Saat ini tingkat pemulihan jaringan telekomunikasi di Sumatera Utara dan Sumatera Barat telah mencapai 90–95 persen. Fokus utama selanjutnya adalah mempercepat pemulihan di Aceh.

Meutya mengungkap akses telekomunikasi di Aceh Tamiang sudah mulai masuk. Komdigi masih akan meninjau lebih lanjut apakah diperlukan tambahan dukungan satelit di titik tertentu atau tidak.

"(Jaringan di) Aceh Tamiang sudah masuk. Kami masih melihat lagi di mana nanti diperlukan untuk bantuan satelit sambil menunggu teman-teman operator seluler memperbaiki jaringan-jaringan mereka yang ada di wilayah Aceh," ujar Meutya.

Dia sudah meminta seluruh operator telekomunikasi untuk mempercepat pemulihan dan memahami kondisi sulit di lapangan karena banyak pegawainya turut terdampak banjir.

"Makanya kita lihat ada peningkatan yang baik, dari tanggal dua ke tiga, tiga ke empat, kita push lagi untuk terus semangat agar di satu dua hari ini bisa terus membaik khususnya Aceh," ucap Meutya.

Sebagaiman diketahui, layanan internet via satelit milik Elon Musk, Starlink, memberikan akses internet gratis bagi masyarakat yang terdampak banjir parah di Indonesia, khususnya di wilayah Sumatera.

Baca juga: BNPB Fokus Pencarian Korban dan Pemenuhan Logistik dalam Penanganan Banjir di Sumatra

Kebijakan ini merupakan bentuk dukungan teknologi untuk membantu pemulihan komunikasi di daerah yang mengalami bencana.

Pengumuman resmi mengenai layanan internet gratis ini disampaikan melalui akun resmi Starlink di platform X (sebelumnya dikenal sebagai Twitter).

Starlink menegaskan bahwa layanan gratis ini berlaku bagi pelanggan baru maupun lama hingga akhir Desember 2025.

Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam memberikan bantuan berkelanjutan selama masa pemulihan bencana.

Elon Musk, pendiri dan CEO SpaceX, dalam unggahannya menyatakan bahwa SpaceX memiliki kebijakan standar untuk menggratiskan layanan internet Starlink setiap kali terjadi bencana alam di mana pun.

Dia mengatakan, tidak etis jika perusahaan mengambil keuntungan dari situasi musibah.

"Kami memang menggratiskan Starlink setiap kali terjadi bencana alam di mana pun. Tidak pantas kalau kami mengambil untung dari musibah," ujar Elon Musk, Sabtu (29/11/2025) dini hari WIB. 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas