Takut Tak Laku, Pedagang Pasar Mede Jakarta Selatan Tak Jual Beras SPHP
Pedagang di Pasar Mede, Jakarta Selatan, mengaku tidak menjual beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang disalurkan Perum Bulog.
Penulis:
Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
Editor:
Choirul Arifin
Ringkasan Berita:
- Pedagang di Pasar Mede, Jakarta Selatan, mengaku tidak menjual beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang disalurkan Perum Bulog.
- Harga beras saat ini relatif stabil, bahkan harga beras yang dijual dalam bentuk karung cenderung turun.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pedagang di Pasar Mede, Jakarta Selatan, mengaku tidak menjual beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang disalurkan Perum Bulog.
Pedagang yang enggan menyebutkan namanya mengungkap, dia memilih tidak menjual beras SPHP karena takut tidak laku. "Beras SPHP enggak ada, takut enggak laku," katanya ketika ditemui Tribunnews pada Sabtu (6/12/2025).
Pedagang tersebut terpantau menjual beras eceran dengan harga bervariasi. Untuk jenis medium, ia mematok harga Rp 15 ribu per liter, sedangkan beras premium dijual Rp 17 ribu per liter.
Tribunnews kemudian mencoba menanyakan hal serupa kepada pedagang lainnya. Ternyata, ia juga tidak menjual beras SPHP.
Untuk beras medium, pedagang ini mematok harga Rp 14 ribu–15 ribu per liter, sedangkan beras premium tetap dijual Rp 17 ribu per liter.
Menurut dia, harga beras saat ini relatif stabil, bahkan harga beras yang dijual dalam bentuk karung cenderung turun. "Di akhir tahun [harga beras] segitu," katanya.
Tribunnews kembali menghampiri pedagang lain. Pedagang ini mengaku tidak mengetahui bahwa Bulog telah menggelontorkan beras SPHP ke pasar rakyat.
Berdasar pantauan di lokasi, ia menjual beras medium dengan harga yang lebih murah, yakni Rp 12 ribu-13 ribu per liter. Pedagang ini tidak menyediakan beras premium.
Perum Bulog saat ini sedang menyalurkan beras SPHP ke tujuh jenis outlet berbeda.
Bulog menyalurkan ke pasar rakyat, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Pemerintah Daerah melalui outlet pangan binaan dan GPM (Gerakan Pangan Murah), dan BUMN melalui outlet BUMN.
Baca juga: Mendagri Tito Minta Pemda Optimalkan Tujuh Kanal Penyaluran Beras SPHP
Lalu, penyaluran juga dilakukan melalui instansi pemerintah (TNI dan POLRI) melalui koperasi atau GPM, RPK (Rumah Pangan Kita) Perum BULOG, dan Ritel Modern.
Per 10 November, Bulog telah menyalurkan beras SPHP sebanyak lebih dari 603 ribu ton.
Baca tanpa iklan