Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Skor Kredit Terbuka, Publik Diminta Cermat Hadapi Layanan Keuangan Digital

Skor kredit terbuka beri peluang inklusi, tapi risiko privasi dan fraud mengintai. Publik diminta cermat hadapi layanan keuangan digital.

Penulis: willy Widianto
zoom-in Skor Kredit Terbuka, Publik Diminta Cermat Hadapi Layanan Keuangan Digital
HO/IST
LITERASI FINANSIAL DIGITAL – Suasana pameran Mandiri BFN Fest 2025 di The Kasablanka Hall, Jakarta, Rabu (10/12/2025), menampilkan booth OJK dan berbagai layanan keuangan digital. Edukasi publik dan keterbukaan skor kredit menjadi sorotan untuk mendorong akses pembiayaan yang aman dan inklusif. 
Ringkasan Berita:
  • Skor kredit kini bisa diakses publik, peluang besar tapi risiko privasi bikin was-was.
  • UMKM sambut baik keterbukaan skor kredit, sebagian khawatir data pribadi disalahgunakan.
  • Forum fintech nasional soroti keamanan siber, fraud (kecurangan), dan tata kelola kecerdasan buatan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Skor kredit terbuka untuk publik meningkatkan transparansi, namun risiko layanan digital menuntut kewaspadaan masyarakat.

Skor kredit masyarakat kini semakin mudah diakses melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Transparansi ini diharapkan dapat membantu publik, khususnya pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM), dalam menilai peluang pembiayaan dan memperluas akses ke layanan keuangan resmi.

Ketua Umum Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) Pandu Sjahrir menegaskan, keterbukaan skor kredit merupakan langkah penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap ekosistem keuangan digital.

“Masyarakat kini dapat memahami secara langsung bagaimana sistem digital bekerja dan bagaimana layanan keuangan bisa dimanfaatkan dengan aman,” kata Pandu dalam keterangannya, Rabu (10/12/2025).

Namun, di tengah kemudahan tersebut, regulator mengingatkan masyarakat agar tetap cermat. OJK menekankan pentingnya literasi digital untuk menghindari jebakan pinjaman ilegal, scam (penipuan), dan layanan keuangan yang tidak resmi.

Edukasi publik menjadi sorotan utama, termasuk perlindungan konsumen agar layanan digital dapat dimanfaatkan secara aman dan optimal.

Rekomendasi Untuk Anda

Sejumlah pelaku UMKM menyambut baik keterbukaan skor kredit karena memudahkan akses pembiayaan, namun sebagian masih khawatir data pribadi mereka disalahgunakan. Perspektif ini menunjukkan bahwa keterbukaan skor kredit membawa peluang sekaligus tantangan bagi masyarakat.

Baca juga: 370 Ribu Warga Jadi Korban Scam, OJK Peringatkan Bahaya Kejahatan Digital

Selain skor kredit, ekosistem fintech juga mulai menyentuh kebutuhan nyata sektor riil, dari pembiayaan rantai pasok hingga layanan produksi. Isu-isu strategis ini turut dibahas dalam forum fintech nasional Mandiri BFN Fest 2025, yang mempertemukan regulator dan pelaku industri untuk menyoroti arah kebijakan keuangan digital.

Dalam forum tersebut, sejumlah isu menjadi sorotan, mulai dari keamanan siber, pencegahan fraud (kecurangan), hingga tata kelola kecerdasan buatan (AI governance). Fokus ini menegaskan bahwa keuangan digital bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan bagian dari transformasi ekonomi yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Ditekankan bahwa tujuan utama kegiatan adalah memberikan edukasi kepada publik.

“Kami ingin setiap partisipan dan pengunjung pulang dengan pemahaman lebih baik tentang bagaimana fintech bekerja dan bagaimana layanan digital bisa digunakan dengan aman,” kata Pandu.

Skor kredit terbuka membuka peluang besar, namun kewaspadaan publik tetap menjadi kunci agar layanan digital membawa manfaat nyata.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas