Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Genjot Wisata Belanja, APPBI Optimistis Kinerja Ritel di Q4 2025 dan Q1 2026 Membaik

Pebisnis ritel dan pusat perbelanjaan memanfaatkan momentum libur Natal dan Tahun Baru 2026 untuk memacu kinerja penjualan.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Lita Febriani
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Genjot Wisata Belanja, APPBI Optimistis Kinerja Ritel di Q4 2025 dan Q1 2026 Membaik
Tribunnews/Lita Febriani
PROGRAM BELANJA NASIONAL - Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana di acara pembukaan BINA Indonesia Great Sale 2025 di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Kamis (18/12/2025).  

Ringkasan Berita:
  • Pebisnis ritel dan pusat perbelanjaan memanfaatkan momentum libur Natal dan Tahun Baru 2026 untuk memacu kinerja penjualan melalui tema wisata belanja.
  • Kuartal I 2026 menjadi sangat penting untuk membuka tahun 2026, karena di sana ada puncak penjualan utama retail, yaitu Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pebisnis ritel dan pusat perbelanjaan memanfaatkan momentum libur Natal dan Tahun Baru 2026 untuk memacu kinerja penjualan.

Banyaknya masyarakat yang cuti kerja dan pergi berlibur akan mendongkrak konsumsi masyarakat. Karena itu, para pelaku industri membuat berbagai inovasi untuk memacu penjualan di kuartal IV 2025 dan kuartal I 2026 bertepatan dengan Tahun Baru Imlek, Ramadhan dan Idul Fitri.

"Momentum akhir tahun, Natal dan Tahun Baru tentunya sangat identik dengan pariwisata. Jadi kami sekarang juga ikut mendorong wisata belanja," kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja di acara pembukaan BINA Indonesia Great Sale 2025 di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Kamis (18/12/2025).

Menurut Alphonzus, strategi ini akan memaksimalkan kinerja ritel di kuartal IV 2025. Setelah penutupan tahun, fokus pelaku ritel akan beralih ke kuartal I 2026 yang memiliki peran strategis.

"Jadi saya kira semua potensi dikerahkan untuk memaksimalkan penjualan di Q4 2025. Kuartal satu 2026 menjadi sangat penting untuk membuka tahun 2026, karena di sana ada puncak penjualan utama retail, yaitu Ramadhan dan Idul Fitri," ungkapnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Optimisme tersebut didukung oleh banyaknya faktor pemicu konsumsi pada awal tahun. Selain momen hari besar keagamaan dan perayaan, peningkatan daya beli juga diperkirakan terjadi seiring penyesuaian upah minimum dan pencairan pendapatan tambahan.

Baca juga: Omnichannel Jadi Strategi Peritel Genjot Penjualan

Kenaikan upah minimum, pencairan bonus perusahaan, hingga pembayaran tunjangan hari raya (THR) menjelang Ramadhan akan memperkuat belanja masyarakat.

"Q1 pun kami optimis, karena Q1 ada tahun baru, ada Imlek, ada Ramadhan dan Idul Fitri. Jadi semuanya itu saya kira akan mendukung kinerja di Q4 2025 dan juga Q1 2026," terang Alphonzus.

Dengan kombinasi faktor musiman dan struktural tersebut, APPBI optimistis kinerja pusat belanja dapat terjaga hingga awal tahun depan.

"Saya kira kami sangat optimis bisa membuka tahun 2026 nanti dengan kinerja yang memuaskan," jelas Ketua Umum APPBI Alphonzus.

Di sisi lain, minat pemerintah daerah terhadap pengembangan pusat perbelanjaan juga dinilai masih tinggi.  Pengurus APPBI menerima banyak permintaan dari daerah untuk pembangunan mal baru.

 

"Dua hari lalu kami baru pulang dari Kutai Kartanegara, karena Pak Bupati minta dibuka mall di sana. Jadi banyak sekali pemerintah-pemerintah daerah yang berharap memiliki pusat belanja," ucapnya.

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas