Metode Dollar Cost Averaging Mudahkan Masyarakat Berinvestasi Kripto
OJK menyatakan, jumlah investor kritpo di Indonesia mencapai 19,08 juta orang berdasar data per Oktober 2025.
Penulis:
Eko Sutriyanto
Editor:
Choirul Arifin
Ringkasan Berita:
- Minat masyarakat Indonesia untuk menabung di aset digital kripto makin meningkat dengan metode beli rutin atau DCA karena dinilai lebih aman dan praktis.
- Sampai akhir 2025, fitur Auto DCA sudah dipakai oleh hampir 20 ribu orang untuk menabung kripto secara otomatis.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Membeli aset digital kripto menjadi alternatif berinvestasi bagi sebagian masyarakat untuk meraup cuan di masa datang. Salah satu metode yang kini mulai diminati adalah menabung secara rutin atau yang dikenal dengan istilah Dollar Cost Averaging (DCA).
Cara ini dinilai lebih aman karena kita beli sedikit-sedikit secara berkala, bukan sekaligus. Pintu mencatat, sampai akhir 2025, fitur Auto DCA sudah dipakai oleh hampir 20 ribu orang untuk menabung kripto secara otomatis.
Tapi di balik tingginya minat itu, masih ada masalah yang sering muncul. “Banyak pengguna masih bingung harus pilih koin apa untuk mulai DCA,” kata Head of Product Marketing Pintu, Iskandar Mohammad, Minggu (28/12/2025).
Dia menjelaskan, fitur baru bernama Auto DCA Explore Plans di platformnya memungkinkan pengguna nggak perlu lagi ribet memilih aset kripto satu per satu.
Beberapa kategorinya antara lain Blue Chip yang isinya koin-koin besar yang cenderung lebih stabil, DeFi Champ – kumpulan koin yang bergerak di dunia keuangan digital (DeFi) dan Top Alts – pilihan altcoin populer yang lagi banyak dilirik.
Baca juga: Perlindungan Konsumen di Sektor Kripto: Apa yang Perlu Diatur?
Penabung bisa memilih kategori yang diinginkan, tentukan mau nabung berapa, atur jadwal, lalu sistem akan berjalan otomatis. “Kami ingin pengguna bisa menabung dengan lebih terarah dan nggak ragu-ragu lagi,” ujar Iskandar.
Minat masyarakat Indonesia terhadap kripto juga terus naik. Data OJK menunjukkan, jumlah investor kritpo sudah mencapai 19,08 juta orang per Oktober 2025.
Baca juga: Stablecoin dan RWA Diprediksi Jadi Penentu Arah Industri Kripto
Di platform Pintu penggunaan Auto DCA juga meningkat. Pada kuartal III 2025, jumlah transaksi Auto DCA naik lebih dari 17 persen. Kebanyakan pengguna memilih nabung harian atau mingguan.
“Fitur ini kami buat supaya pengguna lebih paham karakter aset yang mereka pilih dan bisa nabung rutin dengan lebih disiplin,” tambah Iskandar.
Iskandar menegaskan, investasi crypto jangka panjang bukan cuma soal memilih koin yang lagi naik, tapi soal kebiasaan. “Yang penting itu konsisten dan disiplin. Lewat Auto DCA Explore Plans yang simpel dan mudah dipakai, kami ingin bantu masyarakat Indonesia membangun kebiasaan nabung crypto secara rutin,” katanya.
Baca tanpa iklan