Distribusi BBM ke Aceh Berangsur Normal, Bahlil Minta SPBU Buka 24 Jam
Pasokan BBM di Aceh berangsur pulih setelah sebelumnya terkendala lumpuhnyaakses akibat bencana banjir bandang.
Penulis:
Lita Febriani
Editor:
Choirul Arifin
Ringkasan Berita:
- Pasokan BBM di Aceh berangsur pulih setelah sebelumnya terkendala lumpuhnyaakses akibat banjir bandang.
- Dalam beberapa hari terakhir distribusi BBM mulai bisa dilakukan melalui jalur darat seiring membaiknya kondisi infrastruktur.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pasokan BBM di Aceh berangsur pulih setelah sebelumnya terkendala lumpuhnya akses jalan akibat banjir bandang.
Bahlil menjelaskan, sebelumnya pendistribusian BBM termasuk LPG di wilayah bencana, khususnya Aceh dilakukan dengan helikopter.
Dalam beberapa hari terakhir distribusi BBM mulai bisa dilakukan melalui jalur darat seiring membaiknya kondisi infrastruktur.
"Untuk beberapa hari terakhir, 3-4 hari terakhir, berlahan-lahan sudah bisa kita masuk dengan mobil tanki," kata Bahlil usai meninjau Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Plumpang, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (28/12/2025).
Bahlil menyebut sejumlah wilayah yang sebelumnya sama sekali tidak bisa diakses kini telah kembali terlayani, termasuk Aceh Tengah.
"Yang tadinya SPBU sama sekali nggak bisa jalan seperti di Takengon, kemudian Benermeriah, Aceh Tengah. Aceh Tengah, itu sama sekali kita nggak bisa masuk. Sekarang Alhamdulillah sudah bisa masuk," ungkapnya.
Selain itu, pemerintah juga mendorong optimalisasi operasional SPBU di wilayah yang terdampak, salah satunya di wilayah Aceh, Tamiang.
Baca juga: BNPB: Aceh Tamiang Jadi Daerah dengan Permintaan Hunian Sementara Terbanyak, Capai 13.000 Unit
"Termasuk yang di Tamiang ada 7 pompa bensin yang selama ini berjalan empat, ketiganya nggak jalan. Tapi sekarang perlahan-lahan sudah jalan. Bahkan di Tamiang kami minta kepada perteminya untuk membuka 24 jam," tutur Bahlil.
Langkah serupa juga diterapkan di daerah lain yang baru terbuka dari isolasi akibat bencana. Di mana Bahlil meminta agar pelayanan SPBU di daerah tersebut dapat dilakukan selama 24 jam.
Ia menambahkan, menurunnya aktivitas kendaraan pascabencana turut memengaruhi tingkat konsumsi BBM. Namun demikian, pemerintah tetap menyiapkan pasokan seperti kondisi normal untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.
"Karena ada beberapa daerah infrastruktur kita lagi belum pulih, pasti demand-nya menurun. Tetapi kita memberikan stok nasional itu sama dengan waktu normal. Masalahnya adalah distribusi, masalah kita di distribusi," ucap Menteri ESDM.
Baca tanpa iklan