Dua Analis Prediksi Rupiah Akan Melemah di Perdagangan Jumat Esok
Rupiah diperkirakan akan bergerak fluktuatif di kisaran Rp 16.650 – Rp 16.750 per dolar AS pada perdagangan Jumat, 2 Januari 2025.
Editor:
Choirul Arifin
Ringkasan Berita:
- Analis kompak memprediksi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan melemah pada perdagangan Jumat esok, 2 Januari 2026.
- Kurs rupiah Jumat esok diyakini akan bergerak fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 16.680 – Rp 16.710 per dolar AS.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dua analis kompak memprediksi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan melemah pada perdagangan Jumat esok, 2 Januari 2026.
Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan di perdagangan Rabu hari ini, 1 Januari 2026 pasar terguncang oleh rilis risalah rapat kebijakan Federal Reserve bulan Desember, yang mengungkapkan perbedaan pendapat yang mendalam di antara para pembuat kebijakan mengenai arah suku bunga pada tahun 2026.
Meskipun Fed menurunkan suku bunga pada rapat tersebut, risalah tersebut menunjukkan bahwa beberapa pejabat semakin berhati-hati untuk melakukan pelonggaran lebih lanjut.
Hal ini dengan alasan tekanan inflasi yang tinggi dan ketidakpastian mengenai prospek ekonomi.
Kurs rupiah terhadap dolar AS Rabu kemarin menguat. Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot menguat 0,54 persen secara harian ke Rp 16.680 per dolar AS.
Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah juga menguat 0,36 persen secara harian ke Rp 16.720 per dolar AS.
“Yang lain berpendapat bahwa kebijakan yang ketat dapat berisiko memperlambat pertumbuhan terlalu tajam jika dipertahankan terlalu lama,” ujar Ibrahim saat dihubungi Kontan, Kamis (1/1/2026).
Ibrahim juga mencermati rilis data aktivitas pabrik China kembali tumbuh pada bulan Desember.
Baca juga: Proyeksi BCA, Rata-rata Kurs Rupiah Tahun Depan Rp 16.800
Angka indeks manajer pembelian resmi menunjukkan bahwa manufaktur kembali bergerak di atas angka 50 poin yang memisahkan ekspansi dari kontraksi.
Ini menunjukkan peningkatan moderat dalam permintaan domestik menjelang akhir tahun.
“Investor memandang data tersebut sebagai sinyal positif yang hati-hati untuk ekonomi terbesar kedua di dunia setelah berbulan-bulan momentum yang lesu,” kata Ibrahim.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong juga memperkirakan rupiah akan tertekan pada Jumat esok.
Lukman mengatakan, pergerakan rupiah masih sulit diprediksi karena liburan yang menyebabkan mata uang cenderung bergerak di luar fundamental.
“Namun dengan indeks dolar AS yang masih naik, rupiah berpotensi tertekan,” ucap Lukman.
Ibrahim memproyeksikan rupiah pada Jumat (2/1/2026) bergerak fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 16.680 – Rp 16.710 per dolar AS. Sementara Lukman memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp 16.650 – Rp 16.750 per dolar AS.
Laporan Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Sumber: Kontan
Baca tanpa iklan