Pemerintah Optimistis Target Pariwisata 2026 Tercapai, Bidik 17,6 Juta Wisman
Pemerintah optimistis target pariwisata 2026 tercapai seiring pemulihan sektor yang kuat, ditunjukkan oleh kontribusi pariwisata terhadap PDB 3,96%.
Penulis:
Wahyu Aji
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
Ringkasan Berita:
- Pemerintah optimistis target pariwisata 2026 tercapai seiring pemulihan sektor yang kuat, ditunjukkan oleh kontribusi pariwisata terhadap PDB 3,96 persen, devisa USD13,82 miliar.
- Untuk 2026, pemerintah menargetkan 16–17,6 juta wisman dengan kontribusi PDB 4,5–4,7%.
- Penguatan SDM dan pembiayaan dilakukan lewat program upskilling 400 ribu tenaga kerja per tahun.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan optimisme dalam pencapaian target pariwisata tahun 2026 melalui penguatan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga sejak awal tahun.
Sektor pariwisata menunjukkan tren pemulihan yang kuat.
Hingga kuartal III-2025, kontribusi pariwisata terhadap PDB mencapai 3,96%, dengan devisa sebesar USD13,82 miliar dan penyerapan tenaga kerja mencapai 25,91 juta orang.
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) per November 2025 tercatat 13,98 juta, dengan rata-rata pengeluaran per kunjungan sebesar USD1.259.
Baca juga: Di Tengah Tantangan Global, Pelaku Industri Pariwisata Masih Berkontribusi Signifikan
Wisman terbanyak berasal dari Malaysia (17,3%), Australia (11,3%), Singapura (10,5%), dan Tiongkok (8,8%).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa target kunjungan wisman tahun 2025 sebesar 15 juta telah tercapai.
Untuk tahun 2026, pemerintah menargetkan 16–17,6 juta kunjungan wisman, dengan perkiraan devisa Rp22–24,7 miliar dan kontribusi terhadap PDB sebesar 4,5–4,7%.
Dalam Rapat Koordinasi Kepariwisataan tersebut telah disepakati beberapa pilar utama untuk penguatan sektor pariwisata ke depan, di antaranya yaitu mengakselerasi infrastruktur dan konektivitas.
Hal ini dilakukan dengan mendorong konektivitas antar bandara yang sudah ada dengan beberapa bandara yang baru dibuka, ditambah juga dengan mengadakan program bersama antara Pemerintah Pusat dan Daerah, khususnya di daerah destinasi prioritas.
Selain itu, juga akan dilakukan penyederhanaan akses masuk dengan mengevaluasi kebijakan Visa Kunjungan wisman.
Selanjutnya, dilakukan transformasi tata kelola dan digitalisasi yakni dengan memperbaiki ekosistem penyelenggaraan event di berbagai daerah dalam negeri melalui perizinan terintegrasi, kemudian tentang penguatan standar keselamatan melalui asuransi pariwisata.
Untuk hal penguatan SDM dan pembiayaan pariwisata akan ditingkatkan daya saing tenaga kerja melalui program upskilling dengan target 400 ribu orang per tahun, dan juga memastikan keberlanjutan fiskal melalui pembentukan Indonesia Quality Tourism Fund (IQTF) serta pemberian insentif pajak (PPh DTP) kepada para tenaga kerja pariwisata di tahun 2025-2026.
“Menjelang Hari Raya Lebaran ini, kita diminta juga untuk mempersiapkan program, termasuk program-program yang sudah dilaksanakan pada masa Lebaran sebelumnya, seperti program terkait dengan diskon tiket transportasi, diskon belanja, dan sebagainya," kata Airlangga Hartarto dalam jumpa pers usai Rapat Koordinasi Kepariwisataan, di Kantor Kementerian Pariwisata, di Jakarta, Senin (12/1/2026).
Rapat Koordinasi Kepariwisataan tersebut dihadiri oleh Wakil Presiden RI, Menteri Pariwisata, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Wakil Menteri Pariwisata, Wakil Menteri Perhubungan, dan Plt. Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kemenko Perekonomian.
"Tentu tadi juga dilakukan pembahasan terkait dengan fasilitas visa yang nanti akan dilaporkan kepada Bapak Presiden. Jadi, secara keseluruhan target pariwisata di tahun 2026 ini, dengan melihat capaian di tahun 2025, maka dari seluruh K/L yang hadir tadi optimis bahwa target tersebut akan bisa dicapai,” kata Airlangga.
Baca tanpa iklan