Penyaluran Rumah Subsidi di 2025 Tembus 278.868 Unit, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Target penyaluran FLPP pada 2025 sebesar 350 ribu unit, sehingga capaian yang dihasilkan berada pada level 80 persen dari target.
Penulis:
Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
Ringkasan Berita:
- BP Tapera mencatat penyaluran rumah subsidi FLPP 2025 mencapai 278.868 unit, tertinggi sepanjang sejarah.
- Capaian tersebut setara 80 persen dari target 350 ribu unit dan melonjak 39,2 persen dari 2024.
- BTN menjadi bank penyalur terbesar, sementara buruh menjadi segmen penerima terbanyak.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat penyaluran rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) selama 2025 mencapai 278.868 unit.
Target penyaluran FLPP pada 2025 sebesar 350 ribu unit, sehingga capaian yang dihasilkan berada pada level 80 persen dari target.
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menyebut capaian ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah penyaluran FLPP.
Baca juga: Menteri Ara Sodorkan Rumah Subsidi Sebagai Jawaban dari Gen Z Sulit Beli Hunian
"Di 2025 kita mencatatkan realisasi tertinggi sepanjang sejarah FLPP," katanya di kantor Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2026).
Sejak pertama kali diluncurkan pada 2010 hingga 2025, total penyaluran FLPP telah mencapai 1.877.747 unit.
Kinerja penyaluran selama 2020-2025 menunjukkan tren peningkatan, kecuali pada 2024 yang sempat mengalami penurunan.
Pada 2020, realisasi tercatat 109.229 unit, kemudian naik 63,6 persen menjadi 178.727 unit pada 2021.
Penyaluran kembali naik 26,4 persen menjadi 225.991 unit pada 2022, lalu meningkat tipis 1,3 persen menjadi 228.914 unit pada 2023.
Pada 2024, realisasi sempat turun 12,5 persen menjadi 200.259 unit sebelum melonjak kembali sebesar 39,2 persen ke 278.868 unit pada 2025.
Dari sisi bank penyalur, BTN tercatat sebagai bank dengan realisasi FLPP terbanyak selama 2025 dengan jumlah 132.774 unit, disusul BTN Syariah sebanyak 59.463 unit.
Di bawahnya terdapat BRI dengan 32.206 unit, BNI dengan 15.159 unit, serta Mandiri dengan 11.122 unit.
Dari sisi dstribusi penyaluran, Jawa Barat menjadi provinsi dengan realisasi terbanyak mencapai 62.591 unit.
Kemudian diikuti Jawa Tengah dengan 24.460 unit, Sulawesi Selatan dengan 23.254 unit, Banten dengan 18.966 unit, serta Jawa Timur dengan 18.361 unit. Provinsi-provinsi lain berada di bawah angka tersebut.
Berdasarkan segmentasi penerima, kelompok buruh tercatat sebagai penyumbang penerima terbanyak rumah subsidi dengan 44.077 unit.
Penyaluran untuk kelompok buruh setara pembiayaan sekitar Rp 5,4 triliun dengan porsi sekitar 16 persen terhadap total penyaluran.
Baca tanpa iklan