Investasi Sektor Hilirisasi Mencapai Rp 584 Triliun di 2025
Sektor mineral dan batu bara paling diminati investor hilirisasi tahun 2025, nilainya mencapai Rp 373,1 triliun.
Penulis:
Nitis Hawaroh
Editor:
Choirul Arifin
Ringkasan Berita:
- Realisasi investasi sektor hilirisasi sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai Rp 584,1 triliun atau 30,2 persen dari total realisasi di 2025.
- Lima besar negara investor bidang hilirisasi adalah Singapura sebesar 7,9 miliar dolar AS, disusul Hongkong, Tiongkok, Malaysia dan Amerika Serikat.
- Sektor mineral dan batu bara paling diminati investor hilirisasi tahun 2025, nilainya mencapai Rp 373,1 triliun.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Realisasi investasi sektor hilirisasi sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai Rp 584,1 triliun atau 30,2 persen dari total realisasi di 2025 sebesar Rp 1.931,2 triliun.
Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyatakan, investasi di sektor hilirisasi masih didominasi pemain asing mencapai Rp 429,6 triliun, sementara investasi oleh investor dalam negeri hanya Rp 154,5 triliun dari total Rp 584,1 triliun.
"Karena ini kita bicara hilirisasi, yang terealisasi di Januari sampai Desember memang asing, investasi asing, perbedaannya cukup signifikan ya Rp 429,6 triliun atau 73,5 persen berbanding dengan dalam teknologi yang kurang lebih 26,5 persen," kata Rosan saat Konferensi Pers dikutip Jumat (16/1/2026).
Berdasarkan paparannya, lima besar negara investor hilirisasi adalah Singapura sebesar 7,9 miliar dolar AS, disusul Hongkong6,2 miliar dolar AS, Tiongkok 4,8 miliar dolar AS, Malaysia 3 miliar dolar AS dan Amerika Serikat 1,6 miliar dolar AS.
Komposisi wilayah terbesar penanaman modal asing sektor hilirisasi yakni di Sulawesi Tengah yakni Rp 110,1 triliun, disusul Maluku Utara Rp 74,8 triliun, Jawa Barat Rp 71,4 triliun, Banten Rp 41,3 triliun dan Jawa Timur Rp 36,7 triliun.
"Relatif luar Jawa lebih tinggi, ya kita tahu bersama karena di sini kalau year on year nya, kita lihat Sulawesi tengah dan Maluku Utara mendominasi di hilirisasi. Sehingga ini berbanding lurus dengan investasi hilirisasi di luar Jawa yang jauh lebih tinggi atau 71,1 persen dibandingkan Jawa yang 28,9 persen," ucap Rosan.
Baca juga: Strategi Hilirisasi Industri Diyakini Bisa Topang Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Sementara itu, sektor mineral dan batu bara menjadi primadona utama investasi hilirisasi tahun 2025. Nilainya mencapai Rp 373,1 triliun yang terdiri dari nikel Rp 185,2 triliun, tembaga Rp 65,8 triliun, bauksit Rp 53,1 triliun, besi baja Rp 39,2 triliun, timah Rp 11,3 triliun dan lainnya Rp 18,5 triliun.
Sektor perkebunan dan kehutanan menyumbang Rp 144,5 triliun meliputi kelapa sawit Rp 62,8 triliun, kayu log Rp 62,2 triliun, karet Rp 12,9 triliun dan lainnya Rp 6,6 triliun.
Kemudian hilirisasi minyak dan gas bumi tercatat Rp 60 triliun meliputi minyak bumi Rp 41,7 triliun dan gas bumi Rp 18,3 triliun. Terakhir, perikanan dan kelautan sebesar Rp 6,4 triliun, komoditas sektor ini termasuk garam, ikan tuna, cakalang tongkol, udang, rumput laut, rajungan dan tilapia.