Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Harga Bitcoin Tembus 97.000 Dolar AS, Data Inflasi Amerika dan Aksi Borong Institusi Jadi Pemicunya

Inflasi AS tercatat sesuai ekspektasi, membuka peluang kebijakan suku bunga tetap longgar dan mendorong minat aset berisiko.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Harga Bitcoin Tembus 97.000 Dolar AS, Data Inflasi Amerika dan Aksi Borong Institusi Jadi Pemicunya
Bitcoin.com
ASET KRIPTO - Harga Bitcoin sempat menembus US$97.000 sebelum terkoreksi ke kisaran US$95.000–US$96.000 usai rilis data inflasi AS. 

Ringkasan Berita:
  • Harga Bitcoin sempat menembus US$97.000 sebelum terkoreksi ke kisaran US$95.000–US$96.000 usai rilis data inflasi AS.
  • Inflasi AS tercatat sesuai ekspektasi, membuka peluang kebijakan suku bunga tetap longgar dan mendorong minat aset berisiko.
  • Aksi beli institusi besar turut menopang harga, meski volatilitas pasar kripto masih perlu diantisipasi investor.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Data inflasi Amerika Serikat (AS) periode Desember 2025 yang sesuai ekspektasi pasar, mendorong kenaikan harga aset kripto, seperti Bitcoin.

Tercatat, pada perdagangan Kamis (15/1/2025), harga Bitcoin (BTC) sempat naik tembus ke level 97.000 dolar AS, sebelum terkoreksi tipis ke kisaran 95.000 dolar AS sampai 96.000 dolar AS.

Data Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) menunjukkan inflasi AS naik 0,3 persen secara bulanan dan 2,7% secara tahunan. 

Baca juga: Harga Bitcoin Melemah di Bawah 90.000 Dolar AS, Terendah dalam Tujuh Bulan Terakhir

Sementara itu, inflasi inti tetap terkendali di level 0,2% secara bulanan dan 2,6% secara tahunan. 

Kenaikan inflasi terutama didorong oleh sektor perumahan (shelter) yang meningkat 0,4% secara bulanan. 

Rekomendasi Untuk Anda

Kondisi inflasi yang relatif stabil ini membuka ruang bagi The Federal Reserve untuk mempertahankan, bahkan berpotensi melonggarkan, kebijakan suku bunga.

Vice President Indodax Antony Kusuma menilai stabilnya inflasi memberi sentimen positif bagi pasar kripto

“Angka inflasi yang sejalan dengan ekspektasi membuat pasar lebih tenang. Investor global mulai kembali melirik aset berisiko, termasuk kripto, karena ketidakpastian kebijakan moneter berkurang,” ujar Antony dikutip dari Kontan, Jumat (16/1/2025).

Selain faktor makro, sentimen pasar juga diperkuat aksi beli institusi besar. 

Strategy Inc. dilaporkan menambah kepemilikan Bitcoin lebih dari 1 miliar dolar AS di awal 2026, menjadi pembelian terbesarnya sejak pertengahan 2025. 

Langkah ini mengukuhkan posisinya sebagai pemegang Bitcoin korporasi terbesar dan turut menopang harga, meski permintaan ritel global masih terbatas.

Antony menyampaikan, akumulasi berkelanjutan oleh institusi mencerminkan keyakinan jangka panjang terhadap Bitcoin sebagai aset dengan fundamental yang semakin kuat. 

Sejalan dengan itu, aset kripto utama lain seperti Ethereum dan Solana juga mencatatkan penguatan, menandakan meningkatnya minat investor terhadap aset berisiko.

Meski demikian, Indodax mengingatkan pelaku pasar untuk tetap disiplin dalam manajemen risiko dan melakukan riset mandiri (DYOR), mengingat volatilitas masih menjadi ciri utama pasar kripto.

 

 

Artikel ini telah tayang di Kontan dengan judul Bitcoin Menguat Usai Inflasi AS Terkendali, Didukung Aksi Borong Institusi

 

Sumber: Kontan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas