Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Kadin Sarankan Investasi BUMN Tekstil Fokus ke Hulu dan Intermediate

BUMN tekstil diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang lebih seimbang dan berkelanjutan dan memperkuat daya saing industri hilir dalam negeri.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Lita Febriani
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Kadin Sarankan Investasi BUMN Tekstil Fokus ke Hulu dan Intermediate
Ist
IDE DIRIKAN BUMN TEKSTIL - Wakil Ketua Umum Kadin Perindustrian Saleh Husin. Investasi BUMN tekstil sebaiknya tidak terfokus pada sektor hilir saja tapi diarahkan ke bagian hulu dan intermediate dalam rantai industri tekstil. 
Ringkasan Berita:
  • Investasi BUMN tekstil sebaiknya tidak terfokus pada sektor hilir saja tapi diarahkan ke bagian hulu dan intermediate dalam rantai industri tekstil.
  • BUMN tekstil diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang lebih seimbang dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat daya saing industri hilir di dalam negeri.
  • Modernisasi mesin dan pengembangan tekstil khusus bernilai tambah tinggi akan membawa industri tekstil nasional dapat keluar dari stigma sebagai sunset industry.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wacana pembentukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tekstil yang digulirkan pemerintah terus menuai perhatian pelaku usaha.

Gagasan ini dinilai berpotensi menjadi penopang industri nasional di tengah tekanan impor, arah investasi BUMN tekstil juga  krusial dan memberi dampak jangka panjang bagi penguatan struktur industri tekstil dalam negeri.

Wakil Ketua Umum Kadin Perindustrian Saleh Husin menilai, investasi BUMN tekstil sebaiknya tidak terfokus pada sektor hilir saja tapi diarahkan ke bagian hulu dan intermediate dalam rantai industri tekstil.

"Investasi sebaiknya difokuskan pada bagian hulu dan intermediate rantai industri tekstil, seperti produksi serat sintetis, benang dan kain. Selama ini, banyak pabrik garmen bergantung pada bahan baku impor karena pasokan dalam negeri terbatas atau mahal," ucap Saleh kepada Wartawan di Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Ia menambahkan, lemahnya pasokan bahan baku domestik membuat industri tekstil nasional rentan terhadap gejolak pasar global dan praktik impor murah, termasuk impor ilegal.

"Akibatnya, ketika impor dibanjiri produk murah, industri lokal semakin tertekan," ungkap Wakil Ketua Umum Kadin Perindustrian tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

Dengan memperkuat sektor hulu, BUMN tekstil diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang lebih seimbang dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat daya saing industri hilir di dalam negeri.

Baca juga: Kadin Dukung Ide Pendirian BUMN Tekstil untuk Topang Industri Nasional

Selain sektor hulu, Saleh juga menyebut pentingnya investasi pada modernisasi mesin dan pengembangan tekstil khusus bernilai tambah tinggi. 

"Selain itu, investasi pada mesin modern dan tekstil khusus, misalnya untuk kebutuhan kesehatan, otomotif atau bahan industri, lebih menjanjikan dibandingkan hanya memproduksi pakaian jadi massal," tuturnya.

Baca juga: Pemerintah Dirikan BUMN Tekstil Lewat Danantara Usai Sritex Pailit

Dengan strategi tersebut, Saleh meyakini industri tekstil nasional dapat keluar dari stigma sebagai sunset industry.

"Segmen ini tidak terlalu sensitif terhadap harga murah dari impor ilegal dan lebih menekankan kualitas serta spesifikasi. Dengan arah ini, industri tekstil bisa keluar dari citra sunset industry yang identik dengan persaingan harga murah dan margin tipis," ucap Saleh.

 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas