Angkutan Barang Berbasis Kereta Capai 22,9 Juta Ton Sepanjang 2025
tahun 2025 menjadi tahun penuh dinamika dan tantangan, di mana capaian kinerja volume menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya
Penulis:
Seno Tri Sulistiyono
Editor:
Sanusi
Ringkasan Berita:
- KAI Logistik mengelola 22,9 juta ton barang sepanjang 2025, didominasi angkutan batu bara.
- Pendapatan usaha tumbuh 4 persen menjadi Rp1,1 triliun, ditopang kontainer, limbah B3, dan ritel.
- Perusahaan memperkuat diversifikasi bisnis, green logistic, dan infrastruktur pergudangan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anak usaha PT Kereta Api Indonesia (KAI), KAI Logistik mencatat pengelolaan barang sepanjang 2025 sebanyak 22,9 juta ton.
Jumlah barang tersebut didominasi lini batu bara dengan volume sekitar 16,9 juta ton, diikuti dengan layanan pra purna BBM/BBK sejumlah 3,1 juta ton, kontainer 2,5 juta ton, semen dan limbah B3 sekitar 432 ribu ton hingga layanan kurir sebesar 65,6 ribu ton.
Baca juga: AHY Temui Purbaya Bahas Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh
Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, mengungkapkan, tahun 2025 menjadi tahun penuh dinamika dan tantangan, di mana capaian kinerja volume menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
"Walaupun capaian kinerja volume menunjukkan sedikit penurunan dibandingkan tahun 2024, namun perseroan dapat membukukan pendapatan usaha dengan pertumbuhan 4 persen sebesar Rp1,1 triliun," kata Yuskal dalam keterangannya, Kamis (22/1/2026).
Yuskal menjelaskan, dinamika industri khususnya industri batu bara mempengaruhi capaian kinerja perusahaan.
"Walaupun menghadapi tantangan pada layanan pengelolaan batu bara, tetapi terjadi pertumbuhan pada segmen lain seperti angkutan kontainer, angkutan limbah B3, layanan pra-purna BBM/BBK hingga angkutan ritel,” jelas Yuskal.
Baca juga: Cara Refund Tiket Kereta Api di Access by KAI Tahun 2026, Imbas Gangguan Operasional
Pada layanan angkutan kontainer, pertumbuhan volume 8% yang didorong sejumlah langkah strategis seperti peningkatan kapasitas melalui penambahan rangkaian dan perjalanan KA Kontainer, penguatan ekosistem logistik halal, hingga penguatan komitmen green logistic melalui pencantuman emisi karbon pada invoice pelanggan.
Sementara layanan Limbah B3, menjadi layanan dengan pertumbuhan tertinggi yakni 37?ngan jumlah volume lebih dari 14 ribu ton dibandingkan capaian tahun lalu sekitar 10 ribu ton.
"Layanan ritel menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 11%," lanjut Yuskal.
Baca tanpa iklan