Tenaga Outsourcing Punya Jenjang Karier dan Peluang Jadi Pegawai Tetap
Peluang menjadi pegawai tetap juga terbuka bagi tenaga ahli yang telah lama bekerja dan memiliki pengalaman panjang di bidangnya.
Penulis:
Nitis Hawaroh
Editor:
Choirul Arifin
Ringkasan Berita:
- Status pekerja outsourcing tetap memiliki peluang jenjang karier menjadi pegawai tetap dalamjangka panjang di dunia kerja.
- Peluang menjadi pegawai tetap juga terbuka bagi tenaga ahli yang telah lama bekerja dan memiliki pengalaman panjang di bidangnya.
- Indonesia masih memiliki keunggulan dari sisi ketersediaan tenaga muda yang mau bekerja di bidang berbasis keterampilan teknis.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Utama PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS) Cornelis Radjawane menegaskan, status pekerja outsourcing tetap memiliki peluang jenjang karier menjadi pegawai tetap dalamjangka panjang di dunia kerja.
Cornelis menjelaskan, saat ini kontrak kerja antara GDPS dan para kliennya tidak lagi terbatas pada satu jabatan saja. Seiring kedekatan kerja sama dengan customer, struktur karier yang ditawarkan juga semakin luas.
"Sekarang kalau kita lihat kontrak-kontrak dengan customer itu udah enggak satu jabatan aja. Jadi semakin kami dekat dengan customer tentu mereka mulai membuat jenjang. Jadi enggak cuman setiap ini satu-satu jenjang aja dia mulai jenjang yang cukup lebar. Itu yang kami lakukan juga," tutur Cornelis dalam wawancara dengan Tribunnews, dikutip Minggu (25/1/2026).
Pihaknya aktif berkoordinasi dengan para customer agar tenaga kerja memiliki kesempatan berkembang dan tidak berhenti hanya sebagai pekerja outsourcing.
Pada beberapa customer, khususnya di lingkungan Garuda Group seperti Garuda Indonesia dan Citilink, terbuka peluang bagi tenaga kerja GDPS untuk diangkat menjadi pegawai tetap.
"Mereka hire pegawai tetap, PKWT. Itu betul-betul PKWTT," kata dia.
Selain itu, peluang menjadi pegawai tetap juga terbuka bagi tenaga ahli yang telah lama bekerja dan memiliki pengalaman panjang di bidangnya.
Baca juga: Bisnis Outsourcing Incar Industri Migas, Targetkan Tumbuh Dua Digit
"Mereka kan ada yang bekerja sudah 5 tahun, 10 tahun, sudah cukup lama. Jadi mereka sangat tampil dengan bidangnya. Itu yang misalnya dipromosikan jadi pegawai tetap di, atau PKWTT dulu. PKWTT dulu di perusahaan tersebut untuk menilai jenjang naik. Jadi itu masih besar sekali," imbuhnya.
Cornelis juga menyoroti besarnya peluang tenaga kerja Indonesia di sektor aviasi global. Ia menilai Indonesia masih memiliki keunggulan dari sisi ketersediaan tenaga muda yang mau bekerja di bidang berbasis keterampilan teknis.
"Jadi masih gampang. Nah sementara di banyak belahan dunia yang semakin maju profesi ini mungkin terlalu panjang, terlalu lama. Jadi setelah lima tahun, butuh lima tahun, sepuluh tahun baru punya dampak," ucap Cornelis.
"Nah sementara kalau di aviasi itu bisa lima-sepuluh tahun untuk menjadi terampil ya, untuk mekanik ya, untuk engineer. Nah profesi lain mungkin bisa lima tahun udah menempati posisi atau mencapai sesuatu yang lebih signifikan," sambungnya.
Baca juga: Bisnis Outsourcing Incar Industri Migas, Targetkan Tumbuh Dua Digit
Adapun GDPS merupakan anak usaha dari Garuda Maintenance Facility (GMF) dan bagian dari Garuda Indonesia Group yang fokus terkait kebutuhan tenaga kerja.
Awalnya, GDPS dibentuk untuk mengakomodasi kebutuhan perawatan pesawat yang fluktuatif. Seiring berjalannya waktu, layanan GDPS terbagi ke dalam beberapa lini, mulai dari Beyond Care, Beyond Facility, hingga Beyond Sky yang khusus menangani sektor aviasi.
Meski berangkat dari kebutuhan internal Garuda Group, Cornelis menegaskan GDPS kini juga melayani berbagai sektor di luar aviasi, seperti Fast-Moving Consumer Goods (FMCG), distribusi, dan retail.
"Iya. Kami memang berangkat dari untuk kebutuhan Garuda.Tapi ketika COVID-19 kami benar-benar berkembang. Memang aviasi lagi turun, mau nggak mau harus ke mana-mana. Nah ini kami masuk ke area-area seperti FMCG, distribusi, retail, dan banyak lagi yang lain. Itu kami sudah merambah ke mana-mana," tutur dia.
Baca tanpa iklan