Stok Solar Langka di Kota Abepura, Antrean Mengular di SPBU Ale-Ale
Stok BBM jenis solar dterpantau langka hari ini di Kota Abepura, Jayapura ditandai antrean kendaraan yang mengular di SPBU Ale-Ale Abepura.
Editor:
Choirul Arifin
Ringkasan Berita:
- Stok BBM jenis solar dterpantau langka hari ini di Kota Abepura, Jayapura ditandai antrean kendaraan yang mengular di SPBU Ale-Ale Abepura.
- Hingga pukul 11.30 Waktu Indonesia Timur, para sopir masih menunggu giliran mendapatkan BBM.
TRIBUNNEWS.COM, JAYAPURA - Stok bahan bakar minyak (BBM) jenis solar terpantau langka hari ini di Kota Abepura, Jayapura. Antrean kendaraan mengular di SPBU Ale-Ale Abepura, Kota Jayapura, Papua, Selasa, 27 Januari 2026.
Puluhan sopir angkutan kota jenis Mitsubishi L300 rute Padang Bulan–Entrop dan Expo Waena- Sentani terlihat mengantre solar di SPBU ini dan membuat transportasi umum yang beroperasi di Jayapura tidak maksimal.
Kota Jayapura selama ini dikenal sebagai jantung ekonomi, pusat pemerintahan provinsi, serta kota pendidikan yang menampung ribuan mahasiswa dari berbagai wilayah di Papua.
Agus, seorang sopir taksi mengaku harus berpindah lokasi antrean setelah gagal mengisi solar di kawasan Entrop. “Tadi pagi saya sudah antre di Entrop, tapi diinformasikan baru bisa masuk antre jam dua siang, jadi terpaksa ke SPBU Ale-Ale,” kata Agus.
Hingga pukul 11.30 Waktu Indonesia Timur, para sopir masih menunggu giliran mendapatkan BBM. Sementara informasi yang diterima menyebutkan antrean solar baru dibuka sekitar pukul 12.00 WIT.
“Kami ini serba salah. Aturan seperti ini bikin kami susah jalan. Kalau bensin bisa langsung masuk, tapi solar ini sangat lama,” kata Agus.
SPBU Ale-Ale merupakan sebutan masyarakat untuk SPBU Pertamina 83.991.01 Padang Bulan berada di Jalan Raya Abepura–Sentani, Distrik Heram, Kota Jayapura, dan biasa beroperasi pukul 06.00 hingga 21.00 WIT setiap hari.
SPBU ini melayani penjualan berbagai jenis BBM, termasuk solar.
Baca juga: Apakah Isi BBM di Siang Hari Lebih Boros? Simak Penjelasan Ilmiahnya
Kabupaten Jayapura yang menjadi wilayah penyangga utama dan pintu gerbang transportasi udara Papua melalui Bandara Sentani, dinilai memiliki pengaturan antrean solar yang lebih efektif bagi angkutan umum.
“Kalau di Kabupaten Jayapura, seperti di SPBU Hawai, antrean solar biasanya pagi. Jadi siang hari kami bisa kerja dan layani penumpang,” ujar salah satu sopir lainnya.
Wilayah Kabupaten Jayapura selama ini berperan sebagai pusat konektivitas udara dan logistik, sementara Kota Jayapura menjadi pusat bisnis, perkantoran, pelabuhan laut serta pendidikan.
Para sopir berharap distribusi solar di Kota Jayapura dapat disesuaikan mengikuti pola pelayanan di Kabupaten Jayapura yang lebih lancar.
Mereka menilai penyesuaian jam antrean solar sangat penting agar angkutan umum tetap beroperasi optimal dan kebutuhan mobilitas masyarakat di ibu kota provinsi dapat terpenuhi.
"Jika antrean solar bisa dibuka dari pagi, kami bisa langsung jalan dan layani masyarakat. Siang hari itu jam sibuk, penumpang banyak, tapi kami masih terjebak antrean,” ujar seorang sopir taksi panjang yang ditemui di lokasi.
Laporan Reporter: Yulianus Magai | Sumber: Tribun Papua
Baca tanpa iklan