Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Saham Konglomerat RI Ambles Usai Pengumuman MSCI, Mana yang Mencoba 'Melawan'?

IHSG sempat anjlok hingga 7 persen, diikuti koreksi tajam saham-saham konglomerat.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Saham Konglomerat RI Ambles Usai Pengumuman MSCI, Mana yang Mencoba 'Melawan'?
Tribunnews/Jeprima
IHSG MELEMAH - Pengunjung bermain handphone di depan layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Pusat. 

Ringkasan Berita:
  • Pengumuman MSCI terkait pembekuan rebalancing indeks memicu tekanan di pasar saham Indonesia.
  • IHSG sempat anjlok hingga 7 persen, diikuti koreksi tajam saham-saham konglomerat.
  • Meski mayoritas melemah, beberapa saham emiten besar mencatat koreksi terbatas dan mulai stabil.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Saham-saham konglomerat Indonesia mengalami tekanan pada awal perdagangan Rabu (28/1/2026).

Penyebab tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) karena adanya pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengenai perubahan metodologi penghitungan porsi saham publik alias free float di pasar saham domestik.

MSCI adalah perusahaan riset yang menyediakan indeks dan data pasar saham global yang sering dijadikan acuan bagi investor institusi maupun individu dalam membuat keputusan investasi.

Baca juga: IHSG Jatuh 7 Persen Setelah MSCI Bekukan Perubahan Evaluasi Saham RI

Dalam pengumumannya, MSCI membekukan sementara rebalancing indeks di pasar saham Indonesia, hingga otoritas terkait menemukan menjamin mekanisme free float di Tanah Air.

Keputusan MSCI ini berlaku efektif segera dan mencakup seluruh perubahan indeks, baik yang berasal dari peninjauan indeks maupun aksi korporasi.

Rekomendasi Untuk Anda

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka anjlok ke level 8.393,51, dan sempat tertekan hingga 7 persen.

Kemudian mengalami penguatan lagi sekitar pukul pukul 09.57 WIB, terkoreksi 5,28% pada posisi 8.506,45.

Saham Konglo Anjlok

Imbas dari kabar tersebut, saham emiten yang terafiliasi dengan para konglomerat di Indonesia anjlok, bahkan beberapa mencatatkan penurunan lebih dari 10%.

Saham milik Keluarga Bakrie misalnya, yang kompak tertekan seperti PT Bumi Resources Tbk (BUMI) terkoreksi 14,53% hingga pukul 10.10 WIB, dan kontraktornya PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang turun 13,43%.

Sementara itu saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), emiten properti yang berafiliasi dengan kelompok Salim dan Agung Sedayu, turun 14,89%.

Dari grup Prajogo Pangestu, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melemah 14,81%, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) turun 10,96%, PT Petrosea Tbk (PTRO) merosot 14,87%, serta PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) terkoreksi 11,84%.

Tercatat hanya ada segelintir saham emiten konglomerat yang terkoreksi cukup tipis. 

Di antaranya saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) milik Low Tuck Kwong turut terkoreksi 0,60%, serta saham milik Boy Thohir PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) yang masing-masing terkoreksi 2,62?n 2,52%.

Lalu ada saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) juga mulai menguat ke level kisaran Rp6.850 setelah sebelumnya turun ke Rp.6.600.

Tercatat, IHSG jelang penutupan perdagangan sesi satu hari ini kembali tertekan hingga 7,18 persen sekitar pukul 11.43 WIB ke level 8.334,41.

 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas