Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Prabowo akan Copot Seluruh Direksi Bank Himbara, Diganti Anak Muda yang Militan

Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan segera melakukan perombakan besar-besaran terhadap jajaran direksi Bank Himpunan Milik Negara

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Reza Deni
Editor: Dodi Esvandi

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR — Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan segera melakukan perombakan besar-besaran terhadap jajaran direksi Bank Himpunan Milik Negara (Himbara). 

Langkah tegas ini diambil sebagai bagian dari upaya pembenahan tata kelola BUMN yang dinilai masih belum berpihak pada rakyat kecil.

Kabar ini disampaikan langsung oleh Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, saat memberikan keterangan di kawasan Bogor, Sabtu (31/1/2026). 

Sjafrie menyoroti rapuhnya birokrasi dan lemahnya sistem pengawasan yang saat ini bersumber dari kursi pimpinan.

Sjafrie menyentil kebijakan Bank Himbara yang selama ini dianggap lebih memprioritaskan penyaluran kredit kepada pengusaha besar ketimbang pelaku usaha kecil.

"Bank Himbara itu lebih menertibkan pengusaha besar untuk dikasih kredit daripada pengusaha kecil. Oleh karena itu, Presiden memutuskan untuk mengganti semua direksinya. Sudah ada tata kelola baru untuk menertibkan BUMN," tegas Sjafrie.

Pemerintah kini menerapkan metode talent scouting untuk mencari nakhoda baru. 

Rekomendasi Untuk Anda

Fokusnya bukan lagi pada sosok yang sudah lama menjabat di lingkaran kekuasaan, melainkan figur yang memiliki integritas dan nasionalisme tinggi.

"Kita cari yang punya kemampuan intelektual dan praktisi, tapi yang terpenting: dia cinta Tanah Air. Kita butuh generasi muda yang cerdas, militan, dan kredibel untuk menjaga 'perahu' ekonomi Indonesia," tambahnya.

Baca juga: Anomali Pemidanaan Komisaris di BUMN

Melawan Dominasi 10 Pengusaha Besar

Selain perbankan, Sjafrie juga mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai ketimpangan ekonomi nasional. 
Menurut data yang diterimanya, kekayaan alam Indonesia saat ini hanya dinikmati oleh sekitar 10 pengusaha besar.

Ia menuding para pengusaha tersebut menjalankan bisnis dengan kedok legal, namun praktiknya justru merugikan negara melalui kebocoran anggaran yang fantastis, mencapai Rp5.770 triliun.

"Ada pengusaha-pengusaha tampil legal tapi tindakannya ilegal. Kedaulatan kita saat ini terancam oleh kedaulatan ekonomi," ujar Sjafrie.

Selaku Ketua Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), Sjafrie memastikan pihaknya akan bertindak tegas terhadap praktik pertambangan dan penyelundupan ilegal, mulai dari komoditas timah hingga sawit yang marak terjadi sejak era reformasi.

Ia menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, tidak akan ada toleransi bagi para pemain kotor yang merusak kedaulatan negara demi kepentingan pribadi.

"Kalau ada niat dan kesempatan, terjadilah kerusakan. Ini yang kita bereskan sekarang. Negara tidak boleh kalah oleh keserakahan," tutupnya dengan tegas.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas