Jadi Pjs Dirut BEI, Jeffrey Hendrik Pastikan Operasional Bursa Tetap Normal
Jeffrey Hendrik memastikan, seluruh aktivitas dan operasional di BEI tetap berjalan normal meski Direktur Utama sebelumnya mengundurkan diri.
Penulis:
Nitis Hawaroh
Editor:
Sanusi
Ringkasan Berita:
- BEI terus mencermati perkembangan serta masukan dari para penyedia indeks global atau global index provider.
- BEI memastikan komunikasi intensif telah dilakukan untuk memahami ekspektasi terhadap pasar modal Indonesia.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penjabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik memastikan, seluruh aktivitas dan operasional di BEI tetap berjalan normal meski Direktur Utama sebelumnya mengundurkan diri.
Jeffrey menjelaskan, pengunduran diri Direktur Utama BEI telah ditindaklanjuti sesuai mekanisme internal. Manajemen BEI langsung menggelar rapat direksi untuk menunjuk Pjs Direktur Utama, dan keputusan tersebut telah mendapatkan persetujuan Dewan Komisaris.
Baca juga: Menkeu Purbaya Optimistis IHSG Senin Besok Dibuka Hijau
"Untuk itu kami memastikan operasional di Bursa Efek Indonesia akan berjalan secara normal. Demikian juga proses pengambilan keputusan yang akan dilakukan oleh manajemen Bursa Efek Indonesia tidak akan terganggu sama sekali," ujar Jeffrey di Wisma Danantara, dikutip Minggu (1/2/2026).
Jeffrey menegaskan komitmen BEI untuk terus membangun pasar modal Indonesia agar berkelas dunia, tidak hanya dari sisi nilai transaksi dan kapitalisasi pasar, tetapi juga dari aspek transparansi dan tata kelola.
"Oleh karena itu kami akan terus meningkatkan transparansi dan tata kelola di Bursa Efek Indonesia," ucap dia.
Menurut Jeffrey, BEI juga terus mencermati perkembangan serta masukan dari para penyedia indeks global atau global index provider. Dia memastikan komunikasi intensif telah dilakukan untuk memahami ekspektasi mereka terhadap pasar modal Indonesia.
Baca juga: IHSG Rontok, Dirut BEI dan Ketua OJK Mundur, Analis Ungkap Langkah Darurat Pulihkan Pasar
"Kami sudah berkomunikasi dengan beberapa index provider global dan kami sudah menampung apa yang diharapkan dan semua itu akan kami deliver dalam waktu secepat mungkin, untuk memberikan kenyamanan dan perlindungan kepada seluruh investor baik investor global maupun investor domestik kita," terang dia.
Diketahui, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengumumkan pengunduran diri dari kursi bos BEI pada Jumat (30/1/2026).
Keputusan tersebut diambil setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok selama dua hari terakhir, yang berujung pada penerapan trading halt atau penghentian sementara perdagangan saham sebanyak dua kali.
Baca tanpa iklan