Menko Airlangga Tegaskan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV 2025 Lebih Tinggi Dibanding Kuartal III
Airlangga Hartarto menegaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV tahun 2025 diperkirakan akan lebih tinggi dibandingkan kuartal III
Penulis:
Nitis Hawaroh
Editor:
Sanusi
Ringkasan Berita:
- Airlangga memastikan inflasi masih berada dalam sasaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
- Airlangga menyebut cadangan devisa Indonesia hingga Desember masih kuat, mencapai 156,5 miliar dolar AS
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV tahun 2025 diperkirakan akan lebih tinggi dibandingkan kuartal III sebesar 5,04 persen.
"Pertumbuhan ekonomi masih 5,04 di kuartal ketiga dan dalam waktu yang singkat nanti Minggu depan hari Kamis tanggal 5 akan diumumkan pertumbuhan yang diperkirakan lebih besar daripada pertumbuhan yang di kuartal ketiga," kata Airlangga di Wisma Danantara, dikutip Minggu (1/2/2026).
Baca juga: Menko Airlangga Tegaskan Pemerintah Tak Tolerir Praktik Manipulatif Saham Gorengan
Selain pertumbuhan ekonomi, Airlangga juga menyoroti kondisi inflasi yang tetap terkendali. Inflasi pada Desember tercatat sebesar 2,92 persen, dan angka inflasi Januari akan diumumkan oleh BPS pada Senin mendatang.
Dia memastikan inflasi masih berada dalam sasaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yakni 2,5 persen dengan toleransi plus minus 1 persen.
Dari sisi eksternal, Airlangga menyebut cadangan devisa Indonesia hingga Desember masih kuat, mencapai 156,5 miliar dolar AS, atau setara dengan 6,2 bulan impor. Sementara itu, defisit fiskal juga tetap terjaga di bawah batas maksimal 3 persen.
Kemudian inflasi 2,92 di bulan Desember dan hari Senin besok juga akan diumumkan oleh BPS tingkat inflasi di bulan Januari. Dan dipastikan bahwa tingkat inflasi ini masih dalam rentang sesuai APBN yaitu rentang 2,5 plus minus 1 persen.
Kemudian kondisi cadangan devisa kita sampai Desember masih kuat setara dengan 6,2 bulan impor yaitu 156,5 miliar dolar AS. Kemudian defisit fiskal masih terjaga di batas 3 persen.
Kondisi sektor perbankan nasional juga dinilai solid. Pertumbuhan kredit tercatat sebesar 9,6 persen, sedangkan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 13,83 persen secara tahunan.
"Kemudian juga rasio utang terhadap PDB masih di bawah batas 60 persen atau 40 persen," ujar Airlangga.
Baca tanpa iklan