Menkeu Purbaya Ramal Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Tembus 6 Persen
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 berpeluang menembus 6 persen.
Penulis:
Nitis Hawaroh
Editor:
Sanusi
Ringkasan Berita:
- Untuk kuartal IV tahun 2025, Purbaya meramal bahwa pertumbuhan ekonomi diperkirakan berada di kisaran 5,1 hingga 5,2 persen
- Airlangga Hartarto menegaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV tahun 2025 diperkirakan akan lebih tinggi dibandingkan kuartal III sebesar 5,04 persen.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 berpeluang menembus 6 persen.
Bendahara negara itu berseloroh akan meminta hadiah kepada Presiden jika target tersebut berhasil tercapai.
"Kalau di APBN kan 5,4 persen. Saya akan dorong ke 6 persen. Kalau dapat 6 persen, saya akan minta hadiah ke Presiden, traktir lah," kata Purbaya di Wisma Danantara, dikutip Minggu (1/2/2026).
Baca juga: Menko Airlangga Tegaskan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV 2025 Lebih Tinggi Dibanding Kuartal III
Sedangkan untuk kuartal IV tahun 2025, Purbaya meramal bahwa pertumbuhan ekonomi diperkirakan berada di kisaran 5,1 hingga 5,2 persen.
"Mendekati 5,2 persen. Tapi 5,2 persen di bawah sedikit," tutur Purbaya.
Sementara terpisah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV tahun 2025 diperkirakan akan lebih tinggi dibandingkan kuartal III sebesar 5,04 persen.
"Pertumbuhan ekonomi masih 5,04 di kuartal ketiga dan dalam waktu yang singkat nanti Minggu depan hari Kamis tanggal 5 akan diumumkan pertumbuhan yang diperkirakan lebih besar daripada pertumbuhan yang di kuartal ketiga," kata Airlangga di Wisma Danantara.
Selain pertumbuhan ekonomi, Airlangga juga menyoroti kondisi inflasi yang tetap terkendali. Inflasi pada Desember tercatat sebesar 2,92 persen, dan angka inflasi Januari akan diumumkan oleh BPS pada Senin mendatang.
Dia memastikan inflasi masih berada dalam sasaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yakni 2,5 persen dengan toleransi plus minus 1 persen.
Dari sisi eksternal, Airlangga menyebut cadangan devisa Indonesia hingga Desember masih kuat, mencapai 156,5 miliar dolar AS, atau setara dengan 6,2 bulan impor. Sementara itu, defisit fiskal juga tetap terjaga di bawah batas maksimal 3 persen.
Kemudian inflasi 2,92 di bulan Desember dan hari Senin besok juga akan diumumkan oleh BPS tingkat inflasi di bulan Januari. Dan dipastikan bahwa tingkat inflasi ini masih dalam rentang sesuai APBN yaitu rentang 2,5 plus minus 1 persen.
"Kemudian kondisi cadangan devisa kita sampai Desember masih kuat setara dengan 6,2 bulan impor yaitu 156,5 miliar dolar AS. Kemudian defisit fiskal masih terjaga di batas 3 persen," ungkap Airlangga.
Baca tanpa iklan