Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Selain IHSG, Nilai Tukar Rupiah Pagi Ini Juga Melemah ke Rp 16.870 Per Dolar AS 

Nilai tukar rupiah di pasar spot melemah 45 poin di level Rp 16.870 per dolar AS pada Jumat (6/2/2026) pagi.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Nitis Hawaroh
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Selain IHSG, Nilai Tukar Rupiah Pagi Ini Juga Melemah ke Rp 16.870 Per Dolar AS 
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
RUPIAH MELEMAH - Petugas bank melayani warga menukar uang baru di Bale Asri Pusdai Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (18/3/2025). Nilai tukar rupiah di pasar spot melemah 45 poin di level Rp 16.870 per dolar AS pada Jumat (6/2/2026) pagi. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 
Ringkasan Berita:
  • Nilai tukar rupiah di pasar spot melemah 45 poin di level Rp 16.870 per dolar AS pada Jumat (6/2/2026) pagi.
  • Pelemahan rupiah pagi ini berada di kisaran Rp 16.840 sampai Rp 16.900 per dolar AS dipicu oleh banyak faktor eksternal.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nilai tukar rupiah di pasar spot melemah 45 poin di level Rp 16.870 per dolar AS pada Jumat (6/2/2026) pagi.

Mengutip data Bloomberg pukul 09.15 WIB, mata uang rupiah bergerak di level Rp16.870 per dolar AS. Angka ini menunjukkan depresiasi sekitar 0,27 persen dibandingkan posisi penutupan Kamis (5/2/2026) sore di level Rp 16.842 per dolar AS.

Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi mengungkapkan, pelemahan rupiah pagi ini berada di kisaran Rp 16.840 sampai Rp 16.900 per dolar AS.

Pelemahan ini seiring dengan penguatan indeks dolar Amerika Serikat (AS). Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas itu menjelaskan bahwa ada sejumlah faktor dari luar dan dalam negeri yang mempengaruhi pelemahan rupiah hari ini.

Faktor pertama adalah hubungan antara AS dan Iran. Sempat ada kabar pembicaraan kedua negara tersebut akan batal, tetapi kemudian dibantah pejabat dari masing-masing negara.

Kini, kedua pihak masih memiliki perbedaan pendapat yang besar mengenai apa yang seharusnya dibahas dalam pembicaraan tersebut. Iran terbuka untuk membahas program nuklirnya, termasuk pengayaan uranium, dengan negara-negara Barat.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara itu, AS juga ingin memasukkan rudal balistik Iran, dukungannya terhadap kelompok proksi bersenjata di sekitar Timur Tengah, dan perlakuannya terhadap rakyatnya sendiri.

Baca juga: Sore Ini Rupiah Kembali Melemah ke Rp 16.842 per Dolar AS, Kamis 5 Februari

Faktor kedua adalah hubungan antara Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Donald Trump mengatakan bahwa ia telah melakukan percakapan telepon yang sangat baik dengan Xi Jinping.

Faktor ketiga adalah antisipasi pasar terhadap Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) yang lebih hawkish dan independen di bawah kepemimpinan Warsh.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas