Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Menko Airlangga Ingin QRIS Bisa Digunakan di Lebih Banyak Negara-negara APEC

Airlangga Hartarto menginginkan agar Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bisa digunakan di negara-negara anggota APEC

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Menko Airlangga Ingin QRIS Bisa Digunakan di Lebih Banyak Negara-negara APEC
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Pengendara bermotor membayar parkir menggunakan QRIS dengan menscan QR yang tertera di rompi juru parkir, di Jalan ABC, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (10/10/2024). Dinas Perhubungan Kota Bandung sedang menguji coba skema pembayaran parkir non tunai menggunakan QRIS di Jalan ABC. Pembayaran parkir dilakukan lewat scan QR yang terpasang di rompi atau id card para juru parkir. Penerapan ini sebagai upaya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung dari sektor parkir. Nantinya pembayaran parkir menggunakan QRIS di Kota Bandung bakal diterapkan di wilayah lain. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

Ringkasan Berita:
  • QRIS sudah bisa digunakan di Jepang sejak 17 Agustus 2025
  • QRIS baru bisa digunakan di Korea Selatan pada April 2026

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menginginkan agar Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bisa digunakan di negara-negara anggota Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC).

APEC adalah forum kerja sama antara 21 negara di lingkar Samudera Pasifik. Airlangga mengatakan QRIS sudah bisa digunakan di beberapa negara anggota APEC, contohnya Korea Selatan dan Jepang.

QRIS sudah bisa digunakan di Jepang sejak 17 Agustus 2025, sedangkan di Korea Selatan baru bisa digunakan pada April 2026.

Baca juga: Moodys Turunkan Outlook 5 Bank Besar RI Jadi Negatif, Ini Kata Airlangga

"Digitalisasi payment untuk Indonesia itu sudah juga masuk Korea, Jepang, dan Timur Tengah," kata Airlangga ketika ditemui di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2/2026).

Airlangga pun menginginkan penggunaan QRIS diperluas ke negara-negara anggota APEC lainnya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Indonesia mendorong digitalisasi melalui ASEAN dan tentu kalau ini bisa terus didorong juga ke beberapa negara APEC," ujarnya.

Airlangga juga mengungkapkan bahwa saat ini 70 persen ekspor Indonesia menuju ke negara-negara anggota APEC.

Oleh karena itu, menurut Airlangga, Indonesia mendukung penuh perhelatan KTT APEC mendatang di Tiongkok bisa berjalan lancar.

"APEC ini adalah salah satu ekonomi terbesar dan tentu Indonesia membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang kuat dan dengan negara-negara APEC ini bisa kita tingkatkan ekspor kita," ucap Airlangga.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, ekspor nonmigas Indonesia sepanjang 2025 mencapai 269,84 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

Baca juga: Strategi Gas-Rem Ekonomi Nasional, Airlangga Ungkap Tiga Mesin Jaga Akselerasi dan Stabilitas

Perolehan tersebut meningkat 7,66 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 250,65 miliar dolar AS.

Dalam daftar lima besar negara tujuan ekspor nonmigas RI, empat negara APEC masuk di dalamnya.

Ada Tiongkok yang hingga akhir 2025 nilai ekspor RI ke sana menembus 64,82 miliar dolar AS, menguasai pangsa pasar ekspor sebesar 24,02 persen.

Kemudian, ada ​Amerika Serikat dengan nilai ekspor sebesar 30,96 miliar dolar AS. Angka ini naik 16,66 persen secara tahunan.

Berikutnya adalah Jepang yang menempati dengan total nilai ekspor nonmigas sebesar 15,51 miliar dolar AS, disusul oleh Malaysia dengan nilai 11,72 miliar dolar AS.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas