Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Debut Inacraft 2026, UMKM Binaan Pertamina Bukukan Transaksi Rp10,4 Miliar

Pertamina secara konsisten menghadirkan UMKM binaan ke panggung nasional dan internasional melalui pameran strategis seperti Inacraft

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Sanusi
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Debut Inacraft 2026, UMKM Binaan Pertamina Bukukan Transaksi Rp10,4 Miliar
HO/Pertamina
BUKUKAN TRANSAKSI - Ajang Inacraft 2026 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) pada 4–8 Februari 2026. Keikutsertaan UMKM binaan PT Pertamina (Persero) dalam ajang Inacraft 2026 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) pada 4–8 Februari 2026 mencatatkan capaian yang membanggakan.  Dalam pameran tersebut, UMKM binaan Pertamina berhasil membukukan total transaksi sebesar Rp 10,4 miliar, yang terdiri atas penjualan ritel senilai Rp 6 miliar serta komitmen transaksi lanjutan (potential reorder) sebesar Rp 4,4 miliar. 
Ringkasan Berita:
  • Pertamina secara konsisten menghadirkan UMKM binaan ke panggung nasional dan internasional
  • Pendampingan yang dilakukan Pertamina tidak hanya berfokus pada peningkatan penjualan, tetapi juga pada penguatan kapasitas pelaku usaha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Keikutsertaan UMKM binaan PT Pertamina (Persero) dalam ajang Inacraft 2026 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) pada 4–8 Februari 2026 mencatatkan capaian yang membanggakan. 

Dalam pameran tersebut, UMKM binaan Pertamina berhasil membukukan total transaksi sebesar Rp 10,4 miliar, yang terdiri atas penjualan ritel senilai Rp 6 miliar serta komitmen transaksi lanjutan (potential reorder) sebesar Rp 4,4 miliar.

Vice President Corporate Communication Pertamina Muhamad Baron, menyampaikan bahwa capaian UMKM binaan di Inacraft 2026 mencerminkan komitmen Perusahaan dalam mendorong UMKM naik kelas dan berdaya saing.

“Pertamina secara konsisten menghadirkan UMKM binaan ke panggung nasional dan internasional melalui pameran strategis seperti Inacraft. Capaian transaksi serta komitmen transaksi lanjutan ini menjadi bukti bahwa produk UMKM Indonesia memiliki kualitas, daya saing, dan potensi pasar yang sangat besar,” ujar Baron, Selasa (10/2/2026). 

Ia menambahkan, pendampingan yang dilakukan Pertamina tidak hanya berfokus pada peningkatan penjualan, tetapi juga pada penguatan kapasitas pelaku usaha. 

Baca juga: Dari Panggung Musik ke Gerakan Kreatif: Cara Ara Grace Meracik Musik, Lifestyle dan UMKM

“Kami ingin UMKM tidak hanya laku saat pameran, tetapi juga memperoleh jejaring, wawasan, serta kepercayaan diri untuk tumbuh secara berkelanjutan,” lanjutnya.
 
Salah satu kisah sukses datang dari Besolek, UMKM perhiasan batu alam khas Bengkulu milik Lidya, S.P., yang untuk pertama kalinya berpartisipasi dalam ajang Inacraft. 

Debut perdana ini langsung membuahkan hasil yang luar biasa. Produk perhiasan batu alam khas Bengkulu yang dipadukan dengan tembaga berhasil menarik perhatian dan mendapat sambutan hangat dari para pengunjung, baik domestik maupun mancanegara.

Rekomendasi Untuk Anda

Dari seluruh produk yang dibawa langsung dari Bengkulu, lebih dari 80 persen berhasil terjual, menjadikannya capaian penjualan tertinggi yang pernah diraih Besolek sepanjang keikutsertaannya dalam pameran. Puncak transaksi terjadi pada akhir pekan, yakni Sabtu dan Minggu, dengan produk yang paling diminati berupa gelang batu dan bros batu.

Pemilik Besolek, Lidya, mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan. Ia menyampaikan bahwa INACRAFT 2026 menjadi pengalaman yang sangat berarti bagi Besolek. “Terima kasih kepada Pertamina atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan. Ini menjadi langkah penting bagi kami untuk terus berkembang dan memperluas pasar ke depan,” ujarnya.

Capaian positif juga dirasakan oleh Batik Mosho, UMKM batik asal Kabupaten Berau yang digawangi Mochamad Shodik. Untuk pertama kalinya tampil di Inacraft sebagai mitra binaan Pertamina, Batik Mosho menilai keikutsertaan ini sebagai pengalaman yang sangat berharga, khususnya dari sisi pembelajaran dan jejaring.

“Bisa berdampingan dengan UMKM senior di bidang fashion dan batik adalah sebuah kebanggaan sekaligus proses belajar yang luar biasa bagi kami. Meski dari sisi penjualan kami masih perlu banyak berproses, kesempatan bertemu dan berjejaring dengan orang-orang hebat adalah nilai yang jauh lebih berharga,” ungkap Mochamad Shodik.

Booth Batik Mosho juga mendapat kunjungan serta sesi berbagi langsung dari desainer ternama Musa Widiatmojo dan fashion image & colour consultant Amy Wirabudi. Keduanya memberikan wawasan berharga seputar teknik pewarnaan, penguatan citra produk, serta tren fesyen Jakarta. 

“Ilmu dan pengalaman ini menjadi bekal penting bagi kami untuk terus berbenah dan mempersiapkan diri dengan lebih baik ke depan,” tambahnya.

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas