Hilirisasi Bauksit Diklaim Datangkan Dampak Sosial Nyata ke Masyarakat Mempawah
Grup MIND ID mengelola pengembangan fasilitas pengolahan dan pemurnian bauksit, alumina dan aluminium di Kabupaten Mempawah.
Penulis:
Erik S
Editor:
Choirul Arifin
Ringkasan Berita:
- Pengembangan pabrik pengolaan bauksit, alumina dan aluminium di Kabupaten Mempawah memberi dampak sosial dan ekonomi yang signifikan.
- Proyek Strategis Nasional ini menyerap banyak tenaga kerja, mengurangi pengangguran, serta mendorong pertumbuhan sektor perhotelan, hunian, dan kuliner di wilayah sekitar.
TRIBUNNEWS.COM, MEMPAWAH- Pengembangan fasilitas pengolahan dan pemurnian bauksit–alumina–aluminium oleh Grup MIND ID melalui PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) memberikan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.
Proyek Strategis Nasional (PSN) mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus juga membuka lapangan kerja serta mendorong aktivitas ekonomi lokal di berbagai sektor.
Kepala Desa Bukit Batu, Harianto, mengungkapkan bahwa sebelum pembangunan fasilitas hilirisasi bauksit ini, wilayahnya menghadapi tantangan tingginya angka pengangguran, termasuk di kalangan tenaga kerja terdidik. Kehadiran proyek ini membawa perubahan yang signifikan bagi perekonomian masyarakat.
“Sebelumnya pertumbuhan ekonomi sempat menurun. Setelah adanya proyek BAI, ekonomi tumbuh pesat. Masyarakat yang sebelumnya menganggur kini mendapatkan pekerjaan dan merasakan manfaatnya secara langsung,” ujarnya dalam keterangan dikutip, Selasa (17/2/2026).
Dia menjelaskan, dampak proyek terlihat dari serapan tenaga kerja. Kehadiran ribuan pekerja juga menciptakan multiplier effect yang menggerakkan sektor penunjang seperti perhotelan, hunian sewa, serta usaha kuliner.
“Dampaknya tidak hanya di Desa Bukit Batu, tetapi meluas hingga seluruh Kabupaten Mempawah bahkan ke wilayah sekitar. Fasilitas akomodasi berkembang pesat, dan usaha kuliner maupun coffee shop kini semakin ramai karena daya beli masyarakat meningkat,” jelas Harianto.
Selain itu, melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), BAI turut mendukung pembangunan infrastruktur jalan dan drainase, peningkatan fasilitas pendidikan, serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Baca juga: ESDM Gelar Lelang Perdana 629 Ribu Ton Bauksit dari Kepulauan Riau
Dampak pemberdayaan juga dirasakan oleh sektor pertanian. Asman, Pembina Kelompok Wanita Tani Desa Bukit Batu bilang, program pendampingan perusahaan telah membantu meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat.
Program yang telah berjalan selama tiga tahun tersebut meliputi bantuan penanaman 1.000 bibit jagung, bibit buah seperti jambu kristal dan kelengkeng, serta dukungan pupuk dan pendampingan teknis.
Baca juga: PERHAPI: Aktivitas Tambang Ilegal Menjalar ke Komoditas Strategis, Batubara hingga Bauksit
Produk lokal seperti madu dan amplang pun mulai berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk wilayah perbatasan Malaysia. “Alhamdulillah, berkat bantuan yang diberikan, penghasilan keluarga meningkat,” ujarnya.
Asman menambahkan, masyarakat memberikan apresiasi terhadap keberadaan perusahaan dan berharap pengembangan industri dapat terus berjalan dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan.
“Kami berharap kegiatan perusahaan terus berkembang dan seiring dengan peningkatan produksi agar masyarakat tetap nyaman dan berkembang,” tutupnya.