Minyakita di Pasar Warung Buncit Jaksel Dijual Rp 18.500 Per Liter
Harga minyak goreng Minyakita di Pasar Warung Buncit, Jakarta Selatan, terpantau naik di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) menjadi Rp18.500 per liter.
Penulis:
Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
Editor:
Choirul Arifin
Selain itu, politikus Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut juga menyampaikan bahwa ketersediaan Minyakita sebenarnya terbatas.
Keterbatasan itu terjadi karena pasokan Minyakita sangat bergantung pada aktivitas ekspor para produsen minyak goreng, yang mana mengikuti pergerakan realisasi DMO dari para pengusaha.
DMO sendiri merupakan kewajiban bagi produsen minyak goreng untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik terlebih dahulu sebelum melakukan ekspor.
Artinya, ketika ekspor menurun, realisasi DMO juga ikut berkurang dan pada akhirnya berdampak pada stok Minyakita yang beredar di pasaran.
"DMO itu kan sesuai ekspor [para pengusaha minyak goreng]. Kalau ekspornya misalnya turun, kan DMO-nya juga enggak banyak. Artinya, Minyakita itu sebenarnya memang terbatas," ucap Budi.
Oleh karena itu, ia mendorong para pengusaha agar menghadirkan pilihan minyak goreng second brand atau yang setara Minyakita lebih banyak lagi.
Budi bilang, sebelum ada Minyakita, merek minyak goreng second brand sebenaranya mencapai 50. Namun, kini berkurang karena masyarakat beralih ke Minyakita.
Ia pun mendorong agar produsen bisa menjual kembali lebih banyak minyak goreng setara Minyakita lagi dengan ukuran yang bervariasi, bisa 300 ml hingga 500 ml.
"Jadi, dengan berbagai jenis ukuran, harganya lebih murah. Di pasar-pasar sudah banyak kok model cup gitu, harganya 5 ribu," kata Budi.